BANDA ACEH — Lebih dari sekadar konser, Fusion Fiesta menjadi ajang silaturahmi para musisi dan penikmat jazz di Aceh. Yudi Amirul, gitaris kelahiran Aceh Singkil yang telah malang melintang lebih dari dua dekade, menunjukkan kualitas musikalitasnya di hadapan penonton yang memadati arena pertunjukan.
Permainan gitar yang matang, dipadukan dengan improvisasi khas jazz fusion, mampu membangun atmosfer hangat sekaligus dinamis. Penonton terlihat larut mengikuti setiap komposisi yang dibawakan.
Yudi tampil tidak sendirian. Ia didukung oleh sejumlah musisi berpengalaman: Bassist Erwin, Keyboard Ardy, Gitar Denny Syukur, dan Drum Herry Kasta. Perpaduan harmoni antara gitar, bass, keyboard, dan drum terasa kuat. Setiap personel mendapat ruang untuk mengeksplorasi musikalnya, namun tetap dalam satu kesatuan aransemen yang solid.
Konser ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan skena jazz Aceh. Di tengah dominasi musik populer, Fusion Fiesta membuktikan bahwa jazz masih memiliki ruang dan audiens yang antusias. Tidak hanya kalangan penikmat jazz, sejumlah musisi muda dan pelajar juga tampak hadir.
Yudi Amirul sendiri merupakan alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia pernah meraih Juara I The Best Guitar Jazz Icon Search Festival pada Java Jazz Festival 2006 dan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan musik jazz di Aceh.
Sebelum konser utama, rangkaian Fusion Fiesta diawali dengan workshop musik jazz fusion. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pelaku musik sebagai narasumber, sebagai upaya memperluas literasi musik sekaligus mendorong lahirnya generasi baru musisi jazz di Aceh.
Pembukaan konser oleh Moenana Trio menunjukkan kematangan musikal. Mereka membawakan lagu ciptaan sendiri seperti Cuma Dari Potretmu dan Vanila. Penampilan scat vocal dari Suha dan monolog Qiyya Wahyudi, bagian dari lagu Little Angel komposisi Yudi Amirul, membuat warna Fusion Fiesta bertambah semarak.
Tepuk tangan panjang yang mengiringi akhir penampilan Moenana Trio dan Yudi Amirul menjadi bukti bahwa jazz fusion masih memiliki daya tarik kuat di Aceh. Malam itu, Yudi tidak hanya memainkan musik—ia menghadirkan pengalaman musikal yang relevan, komunikatif, dan mampu menjembatani berbagai generasi penikmat musik.