Sekda Aceh M. Nasir Targetkan Petani Mulai Tanam Juli 2026 Usai Rehabilitasi 40.988 Hektare Sawah Pascabencana

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 15:07:31 WIB
Sekda Aceh M. Nasir meninjau progres rehabilitasi lahan sawah di Aceh Timur.

ACEH TIMUR — Pemerintah Aceh memastikan rehabilitasi lahan sawah kategori rusak ringan dan sedang terus dikebut. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, melaporkan progres pemulihan sawah rusak ringan seluas 6.304 hektare baru mencapai 40 persen. Sementara itu, rehabilitasi untuk sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare sudah tembus 78 persen.

Secara keseluruhan, pemulihan lahan sawah yang dikerjakan lewat kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota telah menjangkau 40.988 hektare. Di Aceh Timur, sekitar 30 hektare lahan di Kecamatan Simpang Ulim kini memasuki tahap olah tanah dan segera memasuki masa tanam.

Pasokan Air Jadi Penentu Percepatan Tanam

Meski olah tanah sudah berjalan, percepatan tanam masih bergantung pada ketersediaan air untuk sekitar 350 hektare sawah di 12 desa di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari. Menanggapi hal itu, Sekda Aceh M. Nasir langsung memerintahkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan untuk berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Hasil koordinasi mendapat respons positif. BWS menyatakan siap melakukan langkah darurat guna mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian warga. "Rehabilitasi sawah harus diselesaikan tepat waktu agar petani tidak kehilangan musim tanam," tegas M. Nasir dalam kunjungannya.

16.283 Hektare Sawah Rusak Berat Masih Menunggu Penanganan

Di sisi lain, Sekda Aceh meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus mencari solusi untuk sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat. Lahan-lahan ini hingga kini masih membutuhkan penanganan lebih lanjut dan belum masuk dalam program rehabilitasi saat ini.

Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah, M. Nasir bersama rombongan menyambangi jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Di lokasi itu, ia mendesak Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan irigasi. "Pasokan air harus segera mengalir agar petani bisa memulai musim tanam tanpa hambatan," ujarnya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top