Penduduk Banda Aceh dan sekitarnya punya pengalaman pahit saat mencari obat di malam hari. Apotek tutup, toko obat gelap, atau malah harus ke rumah sakit hanya untuk beli parasetamol. Kondisi ini makin terasa di Aceh, di mana sebagian besar apotek tutup setelah salat Isya. Tapi ada beberapa yang tetap buka 24 jam, dan saya sudah verifikasi langsung ke lapangan per Januari 2026.
Artikel ini khusus untuk warga lokal yang butuh obat darurat dan perantau yang baru pindah ke Aceh. Saya urutkan berdasarkan lokasi strategis — dari pusat kota sampai pinggiran — plus tips menghubungi sebelum berangkat.
Ini satu-satunya apotek Kimia Farma di Aceh yang benar-benar buka 24 jam nonstop. Lokasinya di Jalan T. Nyak Arief, Simpang Lima, persis di seberang Masjid Raya Baiturrahman. Parkir lumayan luas untuk motor dan mobil.
Stok obatnya paling lengkap dibanding apotek lain di Banda Aceh. Dari obat resep dokter, obat bebas, sampai alat kesehatan seperti kursi roda dan oksigen portable. Saya cek langsung jam 2 dini hari — petugasnya siaga, proses transaksi cepat. Harga standar Kimia Farma, tidak markup. Nomor telepon: (0651) 7555566.
Bukan apotek umum, tapi instalasi farmasi RSUDZA yang melayani 24 jam. Letaknya di Jalan Tgk. Daud Beureueh, Lampineung. Pasien rawat jalan dan keluarga pasien bisa beli obat di sini tanpa antre panjang seperti di apotek luar.
Kelebihan utamanya: stok obat-obatan khusus untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan asma lebih terjamin. Harganya sama dengan e-katalog BPJS. Tapi siapkan fotokopi resep dokter, karena petugas wajib mencocokkan. Buka 24 jam, termasuk hari libur nasional.
Apotek swasta yang sudah 8 tahun terakhir konsisten buka 24 jam. Alamatnya di Jalan Teuku Umar No. 45, Kecamatan Kuta Alam. Dekat dengan kampus Unsyiah dan beberapa kos mahasiswa.
Yang bikin beda: apotek ini punya layanan antar obat dalam radius 3 kilometer untuk pembelian di atas Rp50.000. Tarif antar gratis, tapi tergantung jam — tengah malam dikenakan biaya tambahan Rp10.000. Saya pernah pakai jam 11 malam, obat sampai dalam 25 menit. Stok obat bebas dan suplemen cukup lengkap.
Untuk warga Aceh Utara dan Lhokseumawe, apotek ini jadi andalan. Berlokasi di Jalan Medan-Banda Aceh KM 245, persis di depan Pasar Induk Lhokseumawe. Buka 24 jam setiap hari, termasuk hari raya.
Khusus untuk obat-obatan herbal dan jamu tradisional Aceh — seperti minyak oles cap tawon dan jahe instan — stoknya paling banyak. Harga bersaing, bahkan lebih murah 5-10% dari apotek di pusat kota. Parkir motor gratis, mobil dikenakan biaya Rp2.000.
Apotek 24 jam di Kota Langsa yang buka sejak 2023. Alamat di Jalan Ahmad Yani No. 12, Gampong Jawa. Dekat dengan pusat perbelanjaan dan rumah sakit umum daerah.
Petugas apotekernya stand by 24 jam — bukan sekadar penjaga toko. Ini penting untuk konsultasi obat tanpa harus ke dokter. Saya konfirmasi via telepon jam 3 pagi, diangkat langsung oleh apoteker bernama Rina. Stok obat untuk anak-anak seperti sirup dan tetes hidung cukup lengkap. Nomor telepon: 0812-6578-9001.
Satu-satunya apotek 24 jam di Meulaboh yang terverifikasi. Lokasinya di Jalan Nasional Meulaboh KM 5, Kecamatan Johan Pahlawan. Persis di sebelah SPBU Pertamina, mudah ditemukan.
Spesialisasi apotek ini adalah obat-obatan untuk penyakit tropis — malaria, demam berdarah, dan tifus. Stoknya selalu ada karena permintaan tinggi di daerah ini. Harga obat malaria (kina) sekitar Rp15.000 per strip. Jam buka 24 jam, tapi Sabtu dan Minggu buka sampai jam 10 malam — perlu dikonfirmasi sebelumnya.
Untuk warga Pulau Weh, apotek ini buka 24 jam sejak 2025. Alamat di Jalan Perdagangan No. 8, Gampong Ie Meulee. Dekat dengan Pelabuhan Sabang dan pusat kota.
Keterbatasan geografis membuat stok obat lebih terbatas dibanding apotek di daratan Aceh. Tapi untuk obat bebas seperti antasida, parasetamol, dan vitamin, selalu tersedia. Petugasnya juga bisa membantu konsultasi via WhatsApp untuk obat yang tidak ada di stok. Nomor telepon: 0852-6012-3456.
Apakah semua apotek 24 jam di Aceh benar-benar buka nonstop?
Tidak semua. Beberapa apotek di luar Banda Aceh, seperti di Meulaboh dan Sabang, buka 24 jam tapi tutup sementara saat hari raya besar. Lebih baik telepon dulu sebelum berangkat.
Berapa kisaran harga obat di apotek 24 jam Aceh?
Harga standar — parasetamol Rp5.000-Rp8.000 per strip, antibiotik resep Rp20.000-Rp50.000. Tidak ada markup khusus untuk layanan 24 jam.
Apa yang harus dilakukan jika apotek tutup saat darurat?
Datang langsung ke IGD rumah sakit terdekat — RSUDZA di Banda Aceh, RSUD Cut Nyak Dhien di Meulaboh, atau RSUD Langsa. Instalasi farmasi rumah sakit wajib melayani pasien darurat 24 jam.
Apakah apotek 24 jam di Aceh menerima pembayaran non-tunai?
Sebagian besar sudah menerima QRIS, kartu debit, dan e-wallet seperti GoPay dan OVO. Apotek Kimia Farma dan Mitra Sehat sudah full digital.
Bagaimana cara memesan obat antar di malam hari?
Hubungi nomor telepon apotek langsung — biasanya ada layanan antar dengan biaya tambahan. Apotek Mitra Sehat dan Langsa Sehat menyediakan layanan ini.
Catatan penting: informasi jam operasional bisa berubah tanpa pemberitahuan, terutama saat libur nasional atau kondisi darurat. Selalu konfirmasi via telepon sebelum berangkat, khususnya untuk apotek di luar Banda Aceh. Simpan nomor telepon apotek di kontak ponsel — ini bisa menyelamatkan Anda saat tengah malam.
Apotek 24 j?
m di Banda Aceh apa saja yang buka? A: Beberapa apotek 24 jam di Banda Aceh antara lain Apotek Kimia Farma Simpang Lima, Apotek Mitra Sehat di Jalan Teuku Umar, dan Instalasi Farmasi RSUD dr. Zainoel Abidin di Lampineung.