BANDA ACEH — Program pembinaan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an yang dirintis sejak 2015 kini menjangkau 17 majelis taklim di Kecamatan Kuta Alam. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyebut perluasan ini jadi bukti bahwa majelis taklim bukan sekadar tempat pengajian rutin.
“Majelis taklim bukan hanya wadah pengajian, tetapi juga pilar ketahanan keluarga. Melalui pembinaan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, kita ingin melahirkan keluarga Qur’ani yang kokoh menghadapi tantangan zaman,” ujar Farid dalam reses yang turut dihadiri jajaran Dinas Syariat Islam dan Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh.
Farid menjelaskan, program Tahsin Al-Qur’an pertama kali diinisiasinya saat masih menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh pada 2015. Kala itu, hanya tiga majelis taklim yang terlibat. Kini, jumlah peserta membengkak menjadi 17 kelompok, ditambah enam kelompok tahfidz khusus ibu-ibu.
Menurut politisi PKS yang juga menjabat Ketua DPD PKS Banda Aceh itu, ketahanan keluarga menjadi fondasi utama membentuk generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia. “Peran ibu-ibu majelis taklim sangat vital karena dari keluargalah lahir generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak perkembangan teknologi,” katanya.
Dalam forum reses tersebut, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi. Nuraini dari Majelis Taklim Gampong Kuta Alam mengaku program Tahsin dan Tahfidz yang berjalan selama satu dekade tak hanya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, tapi juga mempererat silaturahmi antaranggota.
Beberapa usulan yang mengemuka antara lain penguatan pengajian bagi remaja dan orang tua di tingkat gampong, pembekalan keluarga bagi pasangan muda, serta peningkatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan TPA dan remaja masjid. Farid menegaskan DPRK Banda Aceh akan terus mendukung program-program yang memperkuat peran majelis taklim sebagai benteng moral dan spiritual masyarakat.