BANDA ACEH — Zaky Aditya Al-Farizi bukan nama baru di peta bulutangkis usia muda Aceh. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, bakatnya sudah tercium. Pada 2022, ia menjadi Juara 1 O2SN tingkat SD. Setahun berselang, ia menorehkan Juara 2 Kejuaraan Provinsi Aceh kategori anak-anak dan Juara 2 Kejuaraan Kabupaten Simeulue.
Memasuki 2026, grafik prestasinya terus menanjak. Zaky menjadi runner-up pada nomor tunggal pemula di ajang Piala Ketua PBSI Simeulue dan Kejuaraan Kabupaten PBSI. Puncaknya, ia berhasil merebut medali emas di nomor ganda putra pemula pada Kejuaraan Kabupaten PBSI yang digelar Juni lalu.
Kesempatan tampil di O2SN tingkat provinsi diraih setelah ia keluar sebagai juara pertama nomor tunggal putra jenjang SMP pada seleksi tingkat Kabupaten Simeulue. Hasil itu mengantarkannya menjadi satu-satunya wakil dari pulau paling barat Indonesia itu.
Selama ini, Zaky berlatih di GOR PB Lobter sebagai atlet binaan PBSI Kabupaten Simeulue. Di bawah arahan pelatih Sahuri Ramadhan dan Fauzan Radi, ia menjalani latihan rutin yang fokus pada peningkatan teknik, fisik, dan strategi bertanding. Program pembinaan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Popda dan Pra-Pora Aceh.
Ayah Zaky, Riswandi Arifin, mengaku bersyukur atas dukungan berbagai pihak. “Kami sangat berterima kasih kepada para guru di SMPN 4 Teupah Barat dan pelatih PBSI Simeulue. Dukungan mereka sangat vital dalam memfasilitasi bakat Zaky,” ucap Riswandi.
Dengan pengalaman bertanding yang terus bertambah serta dukungan penuh dari keluarga, sekolah, dan PBSI Kabupaten Simeulue, Zaky bertekad mengharumkan nama daerah asalnya di panggung O2SN Aceh. Ia berharap mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali untuk Simeulue.