BANDA ACEH — Sebanyak 21 pelajar dari 17 kabupaten/kota mengikuti seleksi Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Aceh 2026. Dari hasil penilaian dewan juri yang terdiri dari Dinas Perhubungan Aceh, Ditlantas Polda Aceh, dan PT Jasa Raharja, tiga nama terbaik akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pada acara penutupan di Banda Aceh, Kamis (9/7), Adif Fata Amrullah dari SMA Negeri 1 Kota Sabang meraih Juara I. Juara II diraih Izzaty Hilma dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, sedangkan Juara III jatuh kepada M. Farras Hilmi dari SMA Negeri 1 Kabupaten Bireuen.
Selain tiga besar, panitia juga memberikan penghargaan khusus. Cut Alisa Zahara dari SMA Negeri 1 Dewantara, Aceh Utara, dinobatkan sebagai peraih Best Content Video. Syifaa Althafunnisa dari MAN Insan Cendekia Aceh Timur meraih Kategori Sosial Budaya Terbaik, sementara Muhammad Fadhlan dari SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Aceh Singkil, menjadi yang terbaik di Kategori Teknologi.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Aceh, Diana Devi, menjelaskan bahwa dewan juri menilai secara menyeluruh. Aspek yang dipertimbangkan meliputi karya tulis ilmiah, kemampuan presentasi, kepemimpinan, hingga inovasi di bidang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.
“Mereka merupakan pelajar terbaik dari daerah masing-masing. Seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Juara I akan mewakili Aceh pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang,” ujar Devi dalam sambutannya.
Kegiatan tahun ini mengusung tema “Inovasi, Teknologi, dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital”. Para peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menerima pembekalan soal psikologi, kepemimpinan, etika transportasi, komunikasi, hingga pengalaman menggunakan layanan Trans Koetaradja.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, ST., MT., mengapresiasi seluruh peserta yang telah menampilkan gagasan dan inovasi di bidang keselamatan transportasi. “Adik-adik kita membuktikan bahwa di era digital, generasi muda bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menghadirkan solusi bagi keselamatan di jalan raya,” ujar Faisal.
Teuku Faisal menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang membangun jejaring dan semangat bersama dalam meningkatkan budaya keselamatan berlalu lintas. Ia berharap seluruh peserta bisa menjadi agen perubahan yang aktif mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial.
“Mulai hari ini kalian bukan hanya peserta, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Perhubungan Aceh. Banyak alumni Pelajar Pelopor yang terus berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, tularkan ilmu, pengalaman, dan semangat keselamatan kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan sekitar,” pesan Faisal.
Ia menambahkan, target jangka panjang dari program ini adalah mewujudkan Zero Accident di Aceh. Seluruh pemenang memperoleh sertifikat penghargaan dan beasiswa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.