SIMEULUE — Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Simeulue mencatat kendala permodalan masih menjadi tantangan utama bagi pengembangan UMKM di wilayah kepulauan tersebut. Kepala Bidang Koperasi dan UMKM setempat, Fitri Sri Mulyani, menyebutkan dari total ribuan pelaku usaha yang terdaftar, sebagian besar kesulitan mengembangkan skala usahanya karena keterbatasan dana.
"Permodalan menjadi tantangan pengembangan UMKM di Kabupaten Simeulue. Tidak sedikit UMKM di daerah ini terkendala dengan keterbatasan modal, sehingga sedikit sulit untuk berkembang," kata Fitri Sri Mulyani, Jumat.
Selain permodalan, ia menyoroti alat produksi yang digunakan para pelaku UMKM masih bersifat konvensional. Kondisi ini membuat mereka kesulitan meningkatkan produktivitas dan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Fitri merinci sektor usaha yang digeluti para pelaku UMKM di Simeulue cukup beragam. Sektor perikanan mendominasi, terutama dalam pengumpulan hasil tangkapan ikan dari nelayan. Sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi andalan, dengan komoditas utama kelapa yang diolah menjadi kopra.
"Selain itu, juga ada UMKM yang menjalankan usahanya pada produk olahan makanan, seperti keripik, ikan asin, suvenir, dan lainnya," ujarnya. Di sektor perdagangan, banyak pelaku yang bergerak di distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Pemerintah daerah telah menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai wadah bagi UMKM untuk mengatasi persoalan pemasaran dan perdagangan. Fitri menyebutkan, saat ini KDMP telah terbentuk di seluruh desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Simeulue.
Namun, ia mengakui operasional usaha koperasi tersebut belum ada yang aktif karena masih dalam tahap persiapan. "Saat ini, di semua desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten sudah terbentuk KDMP. Akan tetapi, operasional usaha KDMP tersebut belum ada yang aktif karena masih dalam tahap persiapan," kata Fitri.
Ke depan, Pemkab Simeulue berharap koperasi ini bisa menjadi mitra strategis bagi UMKM, baik dalam menampung produk lokal maupun menjalankan kegiatan perdagangan lainnya guna mendorong perekonomian daerah.