Cuaca Banda Aceh Diprediksi Berawan Tebal Sepanjang Hari, BMKG Imbau Warga Waspada Potensi Hujan di Wilayah Lain Aceh

Penulis: Zulkifli Arief  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 10:52:31 WIB
Langit Banda Aceh dipenuhi awan tebal sepanjang hari menurut BMKG.

BANDA ACEH — Warga Banda Aceh dan sekitarnya disarankan tetap waspada meski tak ada potensi hujan signifikan pada hari ini. Prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan langit ibu kota Provinsi Aceh akan didominasi kondisi berawan tebal sejak pagi hingga malam hari.

Kondisi berawan tebal juga diprediksi menyelimuti sejumlah ibu kota provinsi lain di Pulau Sumatera, yaitu Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang. Sementara itu, Tanjung Pinang diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Wilayah Padang dan Bengkulu diprediksi mengalami udara kabur, dan Bandar Lampung berkabut.

Prakiraan Cuaca di Wilayah Lain Indonesia

Tidak hanya di Sumatera, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk seluruh ibu kota provinsi di Indonesia. Di Pulau Jawa, Semarang diprediksi cerah berawan, sementara Serang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya diperkirakan berawan tebal.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar diprediksi cerah berawan, sedangkan Mataram dan Kupang berawan. Di Kalimantan, Pontianak dan Palangkaraya berawan, Samarinda berawan tebal, Tanjung Selor hujan ringan, dan Banjarmasin berkabut.

Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia

Memasuki wilayah Sulawesi, Makassar dan Manado diprediksi cerah berawan. Gorontalo berawan tebal, sementara Palu dan Mamuju berpotensi hujan ringan. Kendari dilaporkan berkabut.

Untuk kawasan Maluku dan Papua, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprediksi berawan. Ternate, Sorong, dan Manokwari berawan tebal. Ambon diperkirakan diguyur hujan ringan, dan Nabire berkabut.

Prakirawan BMKG Bintari mengingatkan masyarakat di wilayah yang diprediksi hujan untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air, terutama bagi pengendara yang melintas di jalan raya. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top