Sensus Ekonomi 2026 di Aceh Capai 50 Persen, BPS Minta Warga Tak Khawatir soal Kerahasiaan Data

Penulis: Teuku Fahreza  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:32:57 WIB
Petugas BPS Aceh melakukan pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 yang telah mencapai 50 persen partisipasi.

BANDA ACEH — Angka partisipasi warga Aceh dalam Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mendekati setengah dari total target. Capaian ini disebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional untuk periode yang sama.

"Pencapaian kita sudah di atas rata-rata nasional hampir 50 persen dengan target pelaksanaan sebenarnya dua bulan setengah sampai 31 Agustus 2026," kata Kepala BPS Aceh Agus Andria di Banda Aceh, Minggu (12/6/2026).

Bagaimana BPS Meyakinkan Warga yang Ragu?

Agus menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan oleh petugas sensus dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang. Ia meminta warga tidak menolak kedatangan petugas yang telah dibekali identitas resmi.

"Masyarakat jangan ragu untuk terima petugas kita, berikan data yang benar, sehingga nanti hasilnya bisa menjadi dasar dari pembangunan kita. Dengan data yang benar, maka pemerintah bisa memutuskan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran," jelasnya.

Sejauh ini, BPS Aceh melaporkan tidak ada kendala berarti yang dihadapi petugas di lapangan. Sosialisasi terus dilakukan, salah satunya melalui kegiatan senam dan nonton bareng pertandingan perempat final Argentina melawan Swiss di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Kegiatan itu digelar berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh.

Data Sensus Jadi Acuan Kebijakan, Termasuk Jaminan Kesehatan

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menekankan pentingnya sensus yang digelar sekali dalam satu dekade ini. Menurutnya, data yang tidak akurat berpotensi membuat kebijakan pemerintah bermasalah di kemudian hari.

"Oleh karena itu, mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh BPS ini untuk memastikan bahwa seluruh data penduduk Aceh itu benar dan akurat. Sehingga kita mengetahui sebenarnya berapa sih kemiskinan di Aceh, kemiskinan di satu kabupaten, sampai dengan satu negara," ujar Nasir.

Ia mencontohkan penerapan data dalam Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh. Nasir mengakui kebijakan itu sempat digugat karena data yang digunakan sebelumnya dinilai belum sempurna.

"Kita beri contoh kemarin, ketika kita tetapkan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 digugat karena memang datanya belum begitu bagus. Hari ini diperbaiki, mudah-mudahan ke depan banyak kebijakan yang bisa kita lakukan dan tepat sasaran, sehingga tidak bermasalah di kemudian hari," jelas Nasir.

Target Pendataan Berakhir Akhir Agustus 2026

BPS Aceh menargetkan seluruh proses sensus rampung pada 31 Agustus 2026. Selain mendata pelaku usaha formal, petugas juga menyasar sektor informal seperti warung, bengkel, dan jasa perorangan lainnya.

Agus berharap dengan sosialisasi yang masif, kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi semakin meningkat. "Harapannya masyarakat paham dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi sehingga bisa memberikan data tanpa ragu kepada petugas," pungkasnya.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top