ACEH — Google bersiap meluncurkan lini Pixel 11. Buktinya, lima nomor model dengan kode G4HCD, GUJ0N, G7SWN, GBC0H, dan GPQQ7 sudah muncul di dokumen regulasi FCC. Langkah ini biasanya dilakukan sekitar sebulan sebelum perangkat resmi diperkenalkan ke publik.
Dari dokumen FCC yang beredar, perubahan paling mencolok ada di sektor konektivitas. Seluruh model Pixel 11 disebut-sebut akan menggunakan modem besutan MediaTek, bukan lagi Samsung Exynos Modem yang selama ini menjadi andalan Google.
Fitur lain yang terkonfirmasi adalah dukungan jaringan 5G, Bluetooth, dan Wi-Fi 6 atau standar yang lebih baru. Yang menarik, Google juga menyematkan konektivitas satelit untuk pengiriman pesan darurat di area tanpa sinyal seluler—fitur yang makin jadi standar ponsel flagship.
Bocoran model number mengindikasikan setidaknya ada tiga varian utama: Pixel 11 standar, Pixel 11 Pro, dan Pixel 11 Pro XL. Pola ini mirip dengan strategi Google pada seri Pixel 10 yang baru dirilis beberapa bulan lalu.
Seluruh perangkat juga tercatat mendukung pengisian daya nirkabel (wireless charging). Sayangnya, dokumen FCC belum mengungkap kapasitas baterai atau kecepatan charging secara spesifik.
Berdasarkan siklus rilis tahun-tahun sebelumnya, Google kemungkinan akan mengumumkan Pixel 11 series pada Oktober 2025. Pasar pertama biasanya Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Eropa.
Untuk Indonesia, hingga saat ini Google belum secara resmi memasarkan ponsel Pixel melalui jalur distribusi resmi. Pengguna di Tanah Air biasanya mengandalkan perangkat impor atau pembelian via e-commerce lintas negara. Belum ada indikasi perubahan kebijakan untuk seri terbaru ini.
Seri Pixel selalu menarik perhatian penggemar Android murni yang menginginkan update software tercepat dan fitur kamera berbasis komputasi fotografi. Dengan tambahan modem MediaTek, Google sepertinya ingin menekan biaya produksi tanpa mengorbankan performa konektivitas.
Bagi pengguna yang sudah puas dengan Pixel 10, keputusan upgrade mungkin perlu menunggu ulasan performa modem MediaTek di dunia nyata—terutama soal stabilitas sinyal dan efisiensi daya.