PIDIE JAYA — Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi, memberikan peringatan keras kepada 31 keuchik terpilih periode 2026-2032. Ia menegaskan agar para kepala desa itu mengedepankan pelayanan publik secara maksimal dan berkualitas, bukan kepentingan pribadi.
Peringatan itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Aula Cot Trieng II Kantor Bupati. Prosesi tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Bupati Pijay Nomor 230 Tahun 2026 tentang Pengesahan Keuchik Hasil Pemilihan Serentak Tahun 2026.
“Pelantikan ini menjadi tahapan akhir dari proses demokrasi di tingkat gampong. Saya tegaskan agar 31 keuchik yang mendapat amanah warga ini untuk mengedepankan pelayanan publik secara maksimal dan berkualitas daripada kepentingan pribadi,” ujar Sibral Malasyi.
Pelantikan 31 keuchik ini juga merujuk pada Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik di Aceh. Selain itu, Peraturan Bupati Pidie Jaya Nomor 8 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Keuchik menjadi landasan hukum prosesi tersebut.
Menurut bupati, pelantikan bertujuan memberikan kepastian hukum atas hasil pemilihan. Pemerintah juga ingin menjamin kesinambungan roda pemerintahan gampong tanpa terjadi kekosongan kepemimpinan.
Sibral Malasyi mengingatkan bahwa keuchik merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, adil, dan transparan.
“Sosok keuchik merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat sehingga dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, adil, dan transparan, sekaligus mengelola dana gampong secara akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Bupati juga meminta para keuchik untuk senantiasa menjaga persatuan pascapemilihan. Mereka diminta merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik.
“Termasuk memperkuat sinergi dengan Tuha Peut, aparatur gampong, ulama, tokoh adat, pemuda, serta pemerintah kabupaten,” ungkap Sibral Malasyi.
Pemerintah mengajak seluruh keuchik yang baru dilantik untuk menjadikan amanah rakyat sebagai tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh integritas, kejujuran, serta pengabdian penuh.