BANDA ACEH — Kebutuhan dasar akan toilet layak dan air minum bersih di lingkungan sekolah kini tidak lagi menjadi keluhan bagi siswa dan guru SMPN 9 Banda Aceh. Dua fasilitas utama program WASH—toilet ramah anak dan depot air minum siap saji berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO)—sudah bisa digunakan sejak pekan ini.
Kepala SMPN 9 Banda Aceh, Nurdin, mengatakan pembangunan toilet dan fasilitas air minum tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan mendasar yang selama ini sangat dirasakan oleh warga sekolah. “Fasilitas ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar yang selama ini sangat dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik di sekolah,” ujar Nurdin.
Teknologi RO pada depot air minum memungkinkan siswa mengakses air siap minum kapan saja tanpa harus membeli air kemasan. Selain lebih hemat, langkah ini sekaligus mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menekankan bahwa fasilitas WASH adalah bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang mewujudkan program ini.
“Semoga ini menjadi langkah awal bagi banyak sekolah di Banda Aceh untuk memiliki lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman,” kata Illiza dalam sambutannya saat peresmian.
Program WASH di SMPN 9 merupakan hasil kerja sama UNICEF Indonesia, Yayasan Aceh Hijau, PT Wings Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Pemerintah Kota Banda Aceh. Kolaborasi ini menghadirkan sarana sanitasi dan air bersih yang dirancang inklusif serta tahan terhadap perubahan iklim.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Illiza mengajak para siswa membiasakan diri membawa botol minum dari rumah. Ajakan ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Fasilitas WASH di SMPN 9 Banda Aceh diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sanitasi dan air bersih, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis sejak usia dini. Ke depan, model serupa bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.