PIDIE JAYA — Empat spesies ikonik yang terancam punah—Gajah Sumatra, Badak Sumatra, Orangutan Sumatra, dan Harimau Sumatra—menjadi tema utama lomba mewarnai yang digelar di meunasah gampong setempat. Mahasiswa KKN USK Kelompok Reguler 11 Periode XXIX tidak hanya membagikan gambar untuk diwarnai, tetapi juga mendampingi anak-anak sambil menjelaskan ciri khas dan peran masing-masing satwa dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Aceh.
Ketua Kelompok KKN USK, Ari Maulana, menegaskan bahwa metode ini dipilih agar anak-anak tidak sekadar menghafal nama satwa. “Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tentang lingkungan tidak harus selalu melalui teori. Lewat gambar dan mewarnai, anak-anak bisa mengenal satwa kunci TNGL sekaligus memahami pentingnya menjaga hutan dan keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Menurut Ari, pengenalan sejak usia dini menjadi langkah awal membangun kesadaran konservasi. Sebab, keberadaan gajah, badak, orangutan, dan harimau Sumatra bukan hanya kekayaan alam, tetapi bagian vital dari ekosistem yang harus dijaga bersama.
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd, mengapresiasi inisiatif mahasiswa USK. Ia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar baru yang bermanfaat bagi anak-anak di desanya. “Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengenal satwa dan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.
Kegiatan yang dikemas secara kreatif itu diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap satwa liar dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan gampong. Mahasiswa KKN USK berharap pemahaman ini akan terus terbawa hingga anak-anak dewasa nanti.