PIDIE — Bendungan Rukoh yang dibangun di aliran Sungai Krueng Rukoh, Kabupaten Pidie, memiliki kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 687 hektare. Proyek strategis ini tidak hanya menyuplai air irigasi, tetapi juga memasok air baku dan berpotensi menjadi sumber energi baru terbarukan.
Bendungan ini akan memasok air bagi 12.194 hektare sawah di Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti. Dengan jaminan air sepanjang tahun, Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan melonjak dari 191 persen menjadi 300 persen.
“Kalau ada bendungan dan ada sistem irigasinya, kita bisa mengharapkan tiga kali musim tanam,” ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulis.
Produktivitas panen ditargetkan mencapai sekitar 6 ton per hektare. Sebelumnya, lahan hanya bisa ditanami maksimal dua kali setahun karena keterbatasan air.
Selain irigasi, bendungan dirancang mengurangi limpasan air ke kawasan hilir yang selama ini kerap terendam banjir saat curah hujan tinggi. Sistem pengaturan debit aliran sungai diharapkan mampu menahan banjir dengan periode ulang 50 tahunan.
Bendungan Rukoh juga menyediakan air baku sebesar 900 liter per detik untuk melayani sekitar 22.848 jiwa di Kecamatan Titeue dan wilayah sekitarnya.
Di sektor energi, kawasan bendungan berpotensi dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 140 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 1,22 megawatt.
Pembangunan Bendungan Rukoh dikerjakan secara bertahap pada periode 2018–2024 dengan total anggaran sekitar Rp1,7 triliun. Pekerjaan konstruksi terbagi dalam dua paket: pembangunan spillway oleh PT Nindya Karya (Persero), serta pembangunan tubuh bendungan dan bangunan pengelak oleh konsorsium PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Andesmont Sakti KSO.
Menteri Dody menegaskan bendungan adalah investasi jangka panjang untuk mengelola sumber daya air. “Air yang tertampung di bendungan harus menjadi irigasi bagi sawah, air baku bagi masyarakat, energi yang dapat dikembangkan, dan perlindungan bagi kawasan hilir,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Bendungan Rukoh pada 10 Juli 2026 sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional di bidang sumber daya air.