PIDIE — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Forki Aceh 2026 resmi bergulir di Gedung Taekwondo Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Jumat (17/7/2026). Kompetisi ini berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026.
Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH, MH, didampingi Wakil Bupati Al-Zaizi Umar, membuka langsung kejuaraan tersebut. Turut hadir jajaran Pengurus Besar Forki, Ketua Dewan Wasit Indonesia, Ketua KONI Aceh, pengurus KONI Pidie, serta unsur Forkopimda.
“Kami berharap Kejurda ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet karate berbakat yang memiliki kemampuan teknik dan mental bertanding yang kuat,” ujar Sarjani dalam sambutannya.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perebutan prestasi, melainkan juga momentum mempererat silaturahmi antarkarateka dan memperkuat pembinaan olahraga karate di Tanah Rencong. Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan dukungan penuh untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Dengan jumlah peserta yang menembus angka 1.515 atlet, Kejurda Forki Aceh 2026 diproyeksikan menjadi salah satu kejuaraan karate terbesar di provinsi paling barat Indonesia. Ribuan karateka dari berbagai dojo dan klub di 23 kabupaten/kota saling beradu teknik dan strategi di sejumlah kategori.
Kejurda ini juga difungsikan sebagai ajang seleksi atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat nasional. Para pengurus Forki Aceh berharap muncul nama-nama baru yang bisa mengharumkan nama daerah di event seperti PON atau kejuaraan nasional lainnya.
Gedung Taekwondo Pidie Convention Center yang menjadi lokasi lomba dipadati peserta, ofisial, dan pendukung. Sorak-sorai dari tribun sesekali terdengar saat para karateka menunjukkan jurus andalan mereka di atas arena. Panitia menyiapkan puluhan juta rupiah sebagai hadiah bagi para juara di setiap kelas yang dipertandingkan.
Pelaksanaan Kejurda yang bertepatan dengan Milad Kabupaten Pidie ke-515 menambah semarak perhelatan. Pemerintah setempat berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara rutin untuk menjaga regenerasi atlet karate di Aceh.