Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, langsung turun ke Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, untuk memantau pengerjaan Jembatan Baley. Jembatan ini merupakan titik pertama dari tiga jembatan yang putus total akibat banjir bandang dan longsor.
"Jembatan ini kerjasama Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama yang kita kerjakan dari tiga titik yang terputus, Insya Allah dalam minggu ini sudah operasional jembatannya," kata Mawardi dalam laporan video kepada Gubernur, seperti dikutip Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Sabtu (18 Juli 2026).
Gubernur Mualem yang tengah mengikuti Raker APPSI di Lombok pada 15-16 Juli 2026, secara khusus menanyakan perkembangan penanganan bencana kepada Sekda Aceh, M Nasir Syamaun. Sekda kemudian menugaskan Mawardi untuk merekam langsung kondisi di lapangan.
"Gubernur Mualem ingin tahu kegiatan anak buahnya dalam bentuk visual langsung, bukan hanya dalam bentuk narasi semata," ujar Nurlis.
Dalam video yang dikirimkan, terlihat Mawardi berdiri di lokasi pengerjaan jembatan, memperlihatkan alat berat yang sedang meratakan badan jalan, dan memastikan akses kendaraan roda empat mulai bisa melintas di beberapa ruas.
Mawardi mengakui bahwa kondisi di lapangan masih dinamis. Beberapa ruas jalan yang sempat diperbaiki setelah bencana pertama, kembali terputus akibat banjir susulan yang melanda kawasan tersebut.
"Jalan ini sudah pernah kita perbaiki setelah bencana, kemudian terputus lagi ketika terjadi banjir susulan," katanya dalam laporan video kedua.
Tim PUPR, lanjut Mawardi, sudah berada di Lokop sejak awal Juli 2026, setelah melakukan survei pada Maret 2026. Dua jembatan lain yang putus di sepanjang jalur Aceh Timur-Gayo Lues akan segera menyusul setelah Jembatan Baley rampung.
Lokop adalah gampong yang terkenal dengan keindahan alamnya, seperti Sungai Lokop dan Air Terjun Terujak. Kawasan ini bahkan pernah meraih penghargaan Surga Tersembunyi Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API). Namun, bencana akhir 2025 membuat akses menuju destinasi wisata itu lumpuh total.
Saat ini, penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan. Pemerintah memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan, rehabilitasi lahan, penyediaan hunian sementara, dan percepatan pemulihan sektor ekonomi seperti lahan persawahan.