BANDA ACEH — Hutan Kota Tibang berubah fungsi menjadi ruang kelas terbuka bagi ratusan anak PAUD se-Kota Banda Aceh. Mereka datang bersama guru dan orang tua untuk mengikuti serangkaian aktivitas edukatif di alam terbuka, mulai dari senam pagi, permainan, menggambar, hingga mewarnai.
Wali Kota Banda Aceh yang juga Bunda PAUD Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Hari ini anak-anak belajar langsung dari alam, mengenal lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menjaganya sejak dini,” katanya.
Illiza menekankan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Menurutnya, keluarga dan lingkungan sekitar memegang peran kunci dalam tumbuh kembang anak.
Data yang disampaikan Illiza menunjukkan bahwa jumlah anak di Banda Aceh mencapai 93.777 jiwa, atau hampir sepertiga dari total penduduk kota. Angka ini, menurutnya, menjadi alasan kuat bagi setiap kebijakan pembangunan untuk berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Ia juga mengajak para orang tua membangun core memory atau kenangan masa kecil yang positif. Caranya bisa melalui aktivitas sederhana seperti bermain, membaca buku, hingga mengenalkan anak pada alam.
Rangkaian acara tidak berhenti pada aktivitas bermain. Wali Kota bersama Ketua TP PKK Banda Aceh, Sekretaris Daerah, dan para Bunda PAUD kecamatan melakukan penanaman pohon. Aksi ini menjadi simbol penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Selain itu, panitia menyediakan stan pembelajaran dari satuan PAUD dan layanan Puskesmas Keliling. Layanan kesehatan gratis ini dimanfaatkan orang tua untuk memeriksakan tumbuh kembang anak selama kegiatan berlangsung.
Illiza berharap peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum memperkuat komitmen menghadirkan ruang tumbuh yang sehat, aman, dan menyenangkan bagi anak. “Anak-anak yang tumbuh bahagia akan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pemkot Banda Aceh terus mendorong agar setiap momen, termasuk peringatan hari besar nasional, dimanfaatkan untuk mendekatkan anak pada lingkungan. Konsep belajar di luar ruangan seperti ini dinilai efektif menumbuhkan rasa cinta alam sejak dini.