Pemerintah Aceh Gandeng Medco dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, 300 Peserta Terlibat

Penulis: Teuku Fahreza  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 22:09:01 WIB
peserta menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir Banda Aceh dalam program kolaborasi Pemerintah Aceh, Medco, dan BPMA.

BANDA ACEH — Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Setda Aceh Murtala, menegaskan bahwa garis pantai Aceh yang panjang membutuhkan perawatan serius. Jika kawasan pesisir rusak, penghasilan masyarakat dari sektor perikanan dan pariwisata akan terganggu.

"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Aceh sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan yang diinisiasi LSM Seulanga Aceh, yang berkolaborasi dengan BPMA, Medco E&P Malaka, serta Universitas Syiah Kuala," kata Murtala di lokasi penanaman.

Komitmen Industri Migas pada Green Energy

Kepala BPMA, Nasri Djalal, menyatakan bahwa pihaknya berkewajiban mengembalikan kondisi alam seperti semula melalui program penanaman pohon berkelanjutan. Menurutnya, memperbanyak pohon adalah salah satu pilar utama green energy karena mampu memaksimalkan penyerapan karbon dioksida.

"BPMA berkomitmen untuk menjaga seluruh amanat masyarakat Aceh dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi. Kami juga wajib mengembalikan kondisi alam seperti semula melalui program plug and abandonment," ujar Nasri.

Setelah kegiatan bersama Medco, BPMA berencana menggandeng kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya. Target berikutnya adalah bekerja sama dengan Yayasan Lestari Internasional untuk memperluas gerakan penanaman pohon ke seluruh Aceh.

Investasi Jangka Panjang untuk Pesisir

Ketua LSM Seulanga, Wardhana Prasetya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem pesisir.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Gerakan Peduli Lingkungan yang terdiri atas aksi bersih-bersih pantai, penanaman cemara laut, dan aksi penanaman mangrove. Nah, acara puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah aksi penanaman mangrove ini," katanya.

Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa Universitas Syiah Kuala, anggota Mapala Leuser USK, masyarakat setempat, serta perwakilan BPMA dan Medco E&P Malaka tampak antusias menanam bibit mangrove di area pasang surut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, A Hanan, serta General Manager Medco E&P Malaka, Tutu Paniji, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dekan FMIPA USK, Prof. Ilham Maulana, dan Ketua Departemen Biologi FMIPA USK, Prof. Lenni Fitri, juga ikut serta. Kehadiran akademisi diharapkan bisa memberikan pendampingan ilmiah agar bibit mangrove yang ditanam memiliki tingkat hidup yang tinggi.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top