Komunitas Jeunala Jameun Gelar Haul ke-519 Kesultanan Aceh Darussalam di Makam Sultan Iskandar Muda, Dorong Pemerintah Tetapkan 23 Juli Hari Bersejarah

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 16:14:01 WIB
Komunitas Jeunala Jameun menggelar peringatan haul ke-519 Kesultanan Aceh Darussalam di Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada Kamis (24/7).

BANDA ACEH — Jeunala Jameun, komunitas yang menghimpun penggiat sejarah dari berbagai kalangan, menggelar peringatan haul berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam yang ke-519 tahun. Acara dipusatkan di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada Kamis (24/7).

Ketua Panitia Haul, T Iskandar, menyebut kegiatan ini merupakan upaya nyata merawat ingatan kolektif tentang sejarah panjang Aceh. “Kegiatan ini merupakan bagian dari mengenang bahwa 519 tahun silam berdiri Kesultanan Aceh Darussalam. Peringatan haul ini merupakan upaya kami merawat sejarah Aceh,” ujarnya.

Rangkaian Acara: Apel Bersama hingga Pembacaan 21 Wasiat Sultan

Peringatan haul diikuti oleh seratusan peserta. Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dilanjutkan dengan pembacaan 21 Wasiat Sultan Aceh. Panitia menyebut pembacaan wasiat itu sebagai bagian dari transformasi nilai-nilai kepemimpinan Bumi Serambi Mekah di masa mendatang.

Setelah apel, peserta melakukan ziarah ke sejumlah makam sultan. Dua makam utama yang dikunjungi adalah makam Sultan Iskandar Muda dan makam Sultan Ali Mugayatsyah, yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Mengapa Tanggal 23 Juli Diperjuangkan Sebagai Hari Bersejarah?

T Iskandar yang didampingi koordinator kegiatan T Wahidul menjelaskan, Kesultanan Aceh Darussalam resmi didirikan oleh Sultan Ali Mugayatsyah pada 23 Juli 1507 Masehi. Oleh karena itu, pihaknya secara konsisten memperingati haul setiap tanggal 23 Juli.

“Kami juga mendorong pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai hari bersejarah berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam. Penetapan tanggal tersebut agar generasi mendatang bisa mengenang bahwa di Aceh ada kesultanan di masa lalu,” kata T Iskandar.

Harapan di Balik Peringatan Haul ke-519

Peringatan haul ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi para penggiat sejarah, momen ini menjadi pengingat bahwa Aceh pernah memiliki peradaban besar yang berpengaruh di Nusantara. Dengan penetapan resmi dari pemerintah, mereka berharap nilai-nilai sejarah itu bisa diwariskan secara lebih sistemik kepada generasi muda.

Komunitas Jeunala Jameun berencana terus menggelar kegiatan serupa setiap tahun. Mereka juga membuka pintu bagi siapa pun yang ingin bergabung dalam upaya merawat dan mendokumentasikan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top