BANDA ACEH — Jeunala Jameun, komunitas yang menghimpun penggiat sejarah dari berbagai kalangan, menggelar peringatan haul berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam yang ke-519 tahun. Acara dipusatkan di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada Kamis (24/7).
Ketua Panitia Haul, T Iskandar, menyebut kegiatan ini merupakan upaya nyata merawat ingatan kolektif tentang sejarah panjang Aceh. “Kegiatan ini merupakan bagian dari mengenang bahwa 519 tahun silam berdiri Kesultanan Aceh Darussalam. Peringatan haul ini merupakan upaya kami merawat sejarah Aceh,” ujarnya.
Peringatan haul diikuti oleh seratusan peserta. Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dilanjutkan dengan pembacaan 21 Wasiat Sultan Aceh. Panitia menyebut pembacaan wasiat itu sebagai bagian dari transformasi nilai-nilai kepemimpinan Bumi Serambi Mekah di masa mendatang.
Setelah apel, peserta melakukan ziarah ke sejumlah makam sultan. Dua makam utama yang dikunjungi adalah makam Sultan Iskandar Muda dan makam Sultan Ali Mugayatsyah, yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.
T Iskandar yang didampingi koordinator kegiatan T Wahidul menjelaskan, Kesultanan Aceh Darussalam resmi didirikan oleh Sultan Ali Mugayatsyah pada 23 Juli 1507 Masehi. Oleh karena itu, pihaknya secara konsisten memperingati haul setiap tanggal 23 Juli.
“Kami juga mendorong pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai hari bersejarah berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam. Penetapan tanggal tersebut agar generasi mendatang bisa mengenang bahwa di Aceh ada kesultanan di masa lalu,” kata T Iskandar.
Peringatan haul ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi para penggiat sejarah, momen ini menjadi pengingat bahwa Aceh pernah memiliki peradaban besar yang berpengaruh di Nusantara. Dengan penetapan resmi dari pemerintah, mereka berharap nilai-nilai sejarah itu bisa diwariskan secara lebih sistemik kepada generasi muda.
Komunitas Jeunala Jameun berencana terus menggelar kegiatan serupa setiap tahun. Mereka juga membuka pintu bagi siapa pun yang ingin bergabung dalam upaya merawat dan mendokumentasikan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.