BLANGPIDIE — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya tidak ingin sekadar menjadi tuan rumah yang sukses saat menggelar MTQ Provinsi Aceh ke-38 pada 2027. Mereka juga menargetkan prestasi juara. Langkah awal itu dimulai dengan pembukaan STQ Kabupaten Abdya 2026 yang berlangsung mulai Kamis malam hingga Minggu (26/7/2026).
STQ tahun ini diikuti 287 peserta yang terdiri dari 140 putra dan 147 putri dari sembilan kecamatan di Abdya. Mereka akan berkompetisi di tujuh cabang perlombaan: Tilawah Al-Qur'an, Qira'at Sab'ah, Hifzh Al-Qur'an, Fahmil Al-Qur'an, Syarhil Al-Qur'an, Khat Al-Qur'an, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ).
Plt Sekda Abdya Amrizal menegaskan bahwa STQ bukan sekadar ajang kompetisi membaca Al-Qur'an. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus proses seleksi untuk melahirkan generasi Qur'ani yang mampu mengharumkan nama daerah.
"Tahun 2027 Abdya mendapat kehormatan sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Aceh ke-38. Karena itu, kita tidak boleh hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga harus sukses mencetak prestasi," ujar Amrizal dalam sambutannya, Kamis malam.
Ia menambahkan, status tuan rumah harus menjadi motivasi bagi seluruh elemen untuk mempersiapkan kafilah yang mampu bersaing di tingkat provinsi. Melalui STQ 2026, pemerintah daerah ingin menjaring peserta terbaik yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan menuju MTQ Aceh 2027.
Amrizal juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan STQ sebagai ajang meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, menjaga sportivitas, serta menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh keikhlasan. Kepada dewan hakim, ia meminta agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, jujur, dan bertanggung jawab.
"Semoga STQ ini menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Abdya berharap STQ tahun ini mampu melahirkan kafilah yang tangguh. Targetnya tidak hanya menyukseskan penyelenggaraan MTQ Provinsi Aceh 2027 sebagai tuan rumah, tetapi juga membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi daerah. Seleksi ini menjadi batu loncatan pertama menuju ambisi besar tersebut.