Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Silaturahmi ke Ulama Kharismatik Aceh Waled Nu dan Abu Mudi di Bireuen

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 20:43:01 WIB
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid didampingi Bupati Bireuen Mukhlis bersilaturahmi ke Dayah MUDI Mesra Samalanga untuk bertemu ulama kharismatik Waled Nu dan Abu Mudi.

BIREUEN — Nusron Wahid tidak datang sendirian. Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., turut mendampingi sang menteri saat bersilaturahmi ke dayah dan kediaman para ulama di Kecamatan Samalanga. Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bireuen Anny Setiawati, Kepala Dinas Pertanahan Bireuen Mursyidi, Kepala Dinas PUPR Bireuen Fadhli Amir, serta Camat Samalanga.

Mengapa Menteri ATR/BPN Menemui Ulama di Samalanga?

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Dialog yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para ulama mencerminkan upaya memperkuat hubungan strategis dalam pembangunan. Bupati Mukhlis menyebut silaturahmi semacam ini memiliki arti penting karena ulama berperan besar menjaga persatuan dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan para ulama dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mukhlis dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Apa yang Dibahas dalam Pertemuan Tertutup Itu?

Meski berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh penghormatan, isi pembicaraan mengerucut pada agenda pembangunan daerah. Bupati Mukhlis berharap kunjungan Menteri ATR/BPN dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas terkait berbagai agenda pembangunan, khususnya di bidang tata ruang dan pertanahan.

“Semoga hubungan baik yang telah terjalin ini terus terpelihara dan semakin kuat sehingga memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Bireuen dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mukhlis menambahkan.

Dua Ulama yang Ditemui: Waled Nu dan Abu Mudi

Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu merupakan pendiri Dayah MUDI Mesra Samalanga, salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Aceh. Sementara Tgk. H. Hasanoel Bashry atau Abu Mudi adalah ulama senior yang memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat pedalaman Bireuen dan sekitarnya. Keduanya dikenal sebagai tokoh yang kerap menjadi rujukan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di Aceh.

Kunjungan Nusron Wahid ke Samalanga menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat tidak hanya fokus pada urusan administrasi pertanahan, tetapi juga merawat hubungan kultural dengan tokoh agama. Pertemuan ini diharapkan menjadi pondasi bagi kerja-kerja pembangunan yang lebih partisipatif di Kabupaten Bireuen ke depannya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kabarbireuen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top