BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan bahwa keberadaan komunitas LGBT di Aceh sudah sangat meresahkan dan menjadi persoalan serius. “Itu persoalan serius di Aceh. Selain bertentangan dengan Syariat Islam, LGBT juga menyebar penyakit mematikan HIV/Aids,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Jumat (24/7/2026). Pernyataan itu muncul sehari setelah rapat Forkopimda membahas langkah konkret pencegahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun dalam rapat memaparkan bahwa penyebaran LGBT sudah sangat masif, baik di ruang digital maupun komunitas tertentu. “Mereka aktif bergerak menyebar konten LGBT di ruang digital maupun komunitas tertentu yang menimbulkan perhatian masyarakat. Aktivitas mereka terindikasi di cafe atau Warkop, barbershop dan tempat Fitness/Gym,” kata Nasir.
Sekda juga menyebut adanya aplikasi khusus bernama WALLA yang digunakan untuk memfasilitasi interaksi antar pria sesama jenis. Aplikasi buatan Catch Me LLC itu tersedia di Google Play dan disebut menjadi sarana komunikasi kelompok LGBT di Aceh.
Dalam paparannya, Nasir menyebut dampak LGBT tidak hanya pada norma sosial, tetapi juga pada kesehatan. “Dapat meningkatkan resiko infeksi menular penyakit seksual termasuk HIV/Aids. Berpotensi menimbulkan keresahan sosial, polemik di masyarakat, dan bertentangan dengan norma yang berlaku di Aceh,” ujarnya.
Pemerintah Aceh berencana me