PIDIE — Sebanyak 90 dapur garam akan direhabilitasi di Kecamatan Simpang Tiga, Kembang Tanjong, dan Kota Sigli. Andy mengatakan pemerintah pusat segera mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan produksi garam rakyat pascabencana.
Rehabilitasi menyasar dapur garam milik petani di tiga kecamatan yang merupakan sentra produksi garam di Pidie. Dalam kunjungannya, Andy didampingi Kepala Biro Perencanaan KKP Rudi Alex Wahyudin, Kepala BPBAP Ujong Batee Wawan Cahyono Ashuli, serta Forkopimda Pidie.
“Kami berharap dengan rehabilitasi ini, petani garam bisa kembali berproduksi dengan kapasitas yang lebih baik,” ujar Andy saat meninjau lokasi terdampak.
Selain rehabilitasi dapur, KKP menyalurkan sejumlah bantuan: 144.500 benur udang vaname, 37 sak pakan, satu unit Brine Refinery System (BRS), serta 180 unit Tunnel Garam Geomembran (TGG) untuk sembilan kelompok usaha garam. KKP juga mendukung pembangunan saluran produksi garam sepanjang 2.150 meter.
Pemerintah pusat turut mengusulkan pembangunan Gudang Garam Rakyat (GGR) di Gampong Cebrek untuk menopang rantai pasok garam lokal.
Kabupaten Pidie merupakan sentra garam terbesar di Aceh dengan kontribusi sekitar 50 persen terhadap produksi provinsi. Pada 2025, produksi garam di daerah tersebut mencapai 5.700 ton lebih. Dengan rehabilitasi ini, target pemulihan produksi diharapkan tercapai dalam waktu dekat.
Sekjen KKP Andy Artha Donny Oktopura menambahkan, program rehabilitasi dan bantuan diharapkan mempercepat pemulihan sektor usaha garam serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam di Pidie. “Kami akan terus memonitor perkembangan di lapangan,” pungkasnya.