Yayasan Amanah Poppy Amalya di Banda Aceh Libatkan 95 Anak Berkebutuhan Khusus dalam Peringatan HAN 2026

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:32:31 WIB

BANDA ACEH — Yayasan Amanah Poppy Amalya memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan mengajak serta 95 anak binaan, mayoritas anak berkebutuhan khusus, dalam acara internal yang digelar pada Sabtu. Peringatan tahunan ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa diskriminasi.

95 Anak Binaan, Sebagian Besar Berkebutuhan Khusus

Yayasan yang berlokasi di Banda Aceh ini saat ini mendampingi 95 anak. Sebagian besar dari mereka merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mendapatkan layanan melalui Humaira Special Needs Center. Pusat layanan tersebut menangani anak dengan autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), keterlambatan bicara, gangguan sensori, serta hambatan perkembangan lainnya.

Tema “Setiap Anak Istimewa, Setiap Mimpi Berharga”

Peringatan HAN tahun ini mengusung tajuk “Setiap Anak Istimewa, Setiap Mimpi Berharga”. Kepala Layanan Terapi Yayasan Amanah Poppy Amalya Hema Sunarja mengatakan, tema itu dipilih untuk mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bertumbuh dan berkembang tanpa memandang kondisi yang dimiliki. “Semua anak punya mimpinya masing-masing. Tidak ada anak yang gagal, tetapi mereka memiliki cara yang berbeda untuk berkembang baik dalam belajar, bermain, maupun pendidikan,” kata Hema.

Layanan Terapi dan Program Pendidikan yang Disediakan

Humaira Special Needs Center memberikan berbagai terapi bagi ABK, meliputi terapi sensori integrasi, terapi perilaku, terapi okupasi, serta edukasi. Selain itu, yayasan juga membuka program bagi anak umum berupa baca tulis hitung, bimbingan belajar, dan sanggar tari. Layanan ini diharapkan membantu anak-anak mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing.

Harapan Dukungan Pemerintah Aceh untuk ABK

Melalui momen HAN 2026, pihak yayasan mengajak masyarakat lebih menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus dan memberi ruang untuk berinteraksi. Hema berharap Pemerintah Aceh terus meningkatkan dukungan terhadap ABK, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana terapi, pengadaan alat terapi, serta peningkatan kapasitas tenaga terapis. “Kita juga berharap peningkatan kapasitas tenaga terapis agar layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top