LHOKSUKON — Jembatan gantung swadaya yang menghubungkan Desa Sawang dengan Desa Gunci putus terseret derasnya banjir Krueng Sawang, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Bencana ini dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu, Kabupaten Bener Meriah, yang menyebabkan volume air sungai melonjak drastis.
Selain jembatan utama, jembatan darurat berbahan kayu yang menjadi satu-satunya akses menuju Desa Lhok Cut, Blang Cut, dan Kubu juga ambrol. Kondisi itu membuat warga ketiga desa kesulitan keluar-masuk untuk kebutuhan darurat maupun logistik.
Staf Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, mengonfirmasi bahwa jalur penghubung antar-gampong lumpuh total. “Jembatan gantung putus, jembatan darurat juga putus. Mobilitas warga terganggu,” ujarnya dalam laporan, Sabtu (25/7/2026).
Di Desa Riseh, akses menuju Dusun Cot Calang masih terisolir. Tumpukan gelondongan kayu yang terbawa arus menutup badan jalan. Arus deras yang membawa material kayu dalam jumlah besar terekam dalam video warga yang beredar luas.
Akibat kuatnya aliran, satu unit mobil pengangkut pasir milik warga Desa Riseh Baroh ikut terseret dan mengalami rusak berat. Belum ada laporan mengenai jumlah pasti kendaraan atau rumah warga yang terdampak.
Meski menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, BPBA memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. “Korban jiwa nihil dan pengungsi juga nihil,” tegas Haslinda.
Hingga Sabtu (25/7/2026) siang, kondisi Sungai Krueng Sawang mulai berangsur kondusif. Petugas Pusdalops-PB BPBD Aceh Utara masih melakukan pemantauan dan bersiaga di titik-titik rawan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan hulu.