BANDA ACEH — Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menghanguskan sebuah rumah kos, bengkel, dan Warkop Galon Kupi milik Lahmuddin (58). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, meski lima orang dinyatakan sebagai warga terdampak langsung.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, menyebutkan lima warga yang terdampak adalah Maimun (50), Afief Mawazir (30), Naldi (23), Andri (25), dan Lahmuddin (58) sebagai pemilik warkop. "Pascakejadian tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi. Namun, lima orang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut," kata Haslinda dalam keterangannya, Minggu.
BPBD Kota Banda Aceh mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran ke lokasi sejak api pertama kali dilaporkan. Upaya pemadaman berlangsung sekitar dua jam dan berhasil mengendalikan api pada pukul 16.00 WIB. Kondisi kawasan yang padat penduduk dan pertokoan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. "Objek yang terbakar meliputi rumah kos, usaha bengkel, dan Warkop Galon Kupi. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib," ujar Haslinda. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat mengenai dugaan awal sumber api.
Kebakaran di Jalan Teuku Umar ini menjadi peringatan bagi warga sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat dengan banyak bangunan kayu dan aktivitas usaha kecil. Pihak BPBA mengimbau warga untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan kompor atau peralatan elektronik dalam keadaan menyala saat ditinggal pergi.