ACEH UTARA — Turnamen Bola Voli Piala Ketua KONI Aceh memasuki babak baru dengan lokasi penyelenggaraan yang berpindah ke Aceh Utara. Sebanyak 16 tim dari empat kabupaten/kota di Provinsi Aceh dipastikan akan bertarung memperebutkan gelar juara dan total hadiah Rp55 juta plus trofi.
Kabupaten Aceh Utara menjadi kontestan terbanyak dengan mengirimkan 10 tim. Disusul Kota Lhokseumawe dengan 4 tim, sementara Kabupaten Bireuen melalui perwakilan Kota Juang dan Kabupaten Aceh Tengah masing-masing mengirimkan 1 tim.
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Hafiz, mengatakan persiapan turnamen hampir rampung, termasuk lapangan, area parkir, dan jadwal pertandingan. Panitia menerapkan format unik pada putaran pertama berupa sistem semi-open. Setiap tim wajib menurunkan dua pemain lokal dari wilayah kecamatan setempat, sementara pemain jemputan dibatasi maksimal empat orang di lapangan. Posisi libero dibebaskan dari aturan tersebut.
“Format ini kami terapkan agar turnamen tetap memberikan ruang bagi pemain lokal di awal kompetisi, sekaligus menghadirkan pertandingan yang lebih kompetitif pada fase berikutnya,” ujar Hafiz.
Memasuki babak delapan besar atau putaran kedua, regulasi berubah menjadi open penuh. Seluruh tim diperbolehkan memainkan pemain jemputan tanpa pembatasan. Beredar informasi, sejumlah pemain yang dikenal sebagai raja tarkam Sumatera Utara juga akan tampil meramaikan kompetisi.
Rincian hadiah meliputi juara pertama Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, dan Rp5 juta untuk penghargaan individu dan tim. Kategori yang diperlombakan meliputi pemain terbaik, setter terbaik, libero terbaik, quicker terbaik, serta tim terbaik.
Rencananya, pembukaan turnamen akan dilakukan langsung oleh Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yahya. Acara pembukaan juga dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.
Hafiz berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda. “Kami berharap turnamen ini berjalan lancar dan sukses sesuai harapan. Lebih dari itu, kami ingin kegiatan ini menjadi wadah pembinaan atlet muda sehingga lahir bibit-bibit pemain bola voli Aceh yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” tutupnya.