ACEH — Harga emas Antam kembali menunjukkan tren fluktuatif. Setelah sempat naik Rp 10.000 pada Senin (27/7), harga logam mulia produksi BUMN tambang itu ambles Rp 9.000 dalam sehari. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas ukuran 1 gram kini dipatok di Rp 2.613.000.
Harga buyback atau harga yang diterima konsumen saat menjual kembali emas ke Antam ikut tertekan. Angkanya turun Rp 9.000 menjadi Rp 2.361.000 per gram. Selisih antara harga beli dan buyback yang mencapai Rp 252.000 per gram ini menjadi catatan penting: investasi emas fisik baru untung jika harga jual di pasar sekunder melampaui level tersebut.
Untuk pecahan kecil, Antam membanderol 0,5 gram seharga Rp 1.356.500. Sementara untuk ukuran 2 gram dibanderol Rp 5.166.000, dan 5 gram di level Rp 12.840.000. Adapun untuk ukuran besar seperti 100 gram, harganya mencapai Rp 255.512.000. Khusus pecahan 250 gram hingga 1 kilogram, statusnya pre-order.
Di pasar global, harga emas dunia justru menguat tipis 0,9% ke US$ 4.087 per troy ounce pada Senin (27/7). Penguatan ini ditopang oleh pelemahan dolar AS dan aksi ambruknya harga minyak mentah. Minyak mentah jatuh 6% ke level terendah sepekan setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan sementara serangan.
"Pasar minyak turun dari lebih dari US$ 100 pekan lalu menjadi US$ 90, dan hal itu mendorong prospek suku bunga lebih rendah," ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek. Penurunan harga energi meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga tekanan terhadap emas sebagai aset lindung nilai berkurang.
Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu (29/7). Sekitar 66% pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada September mencapai 79% — skenario yang bisa kembali menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Data inflasi PCE AS yang akan dirilis Kamis (30/7) juga menjadi katalis. Jika inflasi masih panas, ekspektasi suku bunga tinggi bisa bertahan lebih lama dan membatasi ruang gerak emas. Dari Asia, impor emas China melalui Hong Kong pada Juni tercatat naik dua kali lipat year-on-year, menandakan permintaan fisik masih solid meskipun pasar global bergolak.
Bagi masyarakat Indonesia, harga emas Antam yang saat ini masih jauh di bawah rekor tertinggi Rp 3.168.000 per gram (Januari 2026) bisa menjadi celah akumulasi. Namun, volatilitas global—dari tensi geopolitik hingga sikap The Fed—menuntut kewaspadaan ekstra.