KUR Agustus 2026: BRI, BNI, dan Mandiri Salurkan Modal Usaha dengan Bunga 7 Persen, Ini Syaratnya

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 12:24:01 WIB
Warga memeriksa dokumen persyaratan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank pelat merah di Aceh, menjelang meningkatnya gelombang pengajuan modal usaha oleh pelaku UMKM.

ACEH — Menjelang pertengahan tahun, gelombang pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali meningkat di kalangan pelaku UMKM. Mereka memburu tambahan modal kerja dengan bunga ringan untuk mengembangkan usaha di tengah dinamika ekonomi nasional. Tiga bank pelat merah—BRI, BNI, dan Bank Mandiri—menjadi tujuan utama pengajuan karena jaringan luas dan plafon yang fleksibel.

Pemerintah telah menetapkan pagu penyaluran KUR sebesar Rp340 triliun untuk tahun 2026. Anggaran ini diharapkan mampu menggerakkan sektor riil, terutama usaha mikro yang menyerap tenaga kerja paling banyak. Bunga yang ditetapkan untuk KUR bersubsidi pemerintah masih mengacu pada aturan program, yakni sekitar 7 persen efektif per tahun, dengan skema berbeda tergantung jenis KUR dan rekam jejak kredit pemohon.

Plafon Pinjaman dan Skema di Tiga Bank

BRI menawarkan sejumlah varian KUR dengan plafon yang bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Bank berkode saham BBRI ini menyasar pelaku usaha produktif yang membutuhkan suntikan modal cepat. Sementara itu, BNI menyediakan fasilitas serupa dengan penekanan pada kelayakan usaha dan kelengkapan administrasi calon debitur.

Bank Mandiri, yang konsisten menjadi salah satu penyalur KUR terbesar secara nasional, mengandalkan jaringan kantor yang tersebar hingga pelosok daerah. Ketiga bank ini memproses pengajuan dengan analisis kelayakan usaha, bukan sekadar jaminan aset. Untuk KUR Mikro, agunan tambahan tidak dipersyaratkan selama plafon pinjaman masih dalam ketentuan program.

Syarat Pengajuan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan

Secara umum, calon debitur harus memenuhi sejumlah syarat dasar. Pertama, Warga Negara Indonesia yang memiliki usaha produktif dan telah berjalan. Kedua, melengkapi dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga. Ketiga, memenuhi ketentuan internal bank penyalur terkait riwayat kredit dan kelayakan usaha.

Perlu dicatat, pengajuan KUR bukan sekadar melengkapi formulir. Bank akan meneliti arus kas usaha, omzet, dan kemampuan membayar angsuran. Karena itu, pelaku UMKM disarankan mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan modal riil, bukan plafon maksimal. Memilih nominal yang pas menjaga arus kas usaha tetap sehat dan menghindari risiko kredit macet di kemudian hari.

Tips Sebelum Mengajukan dan Cek Kanal Resmi

Calon debitur dianjurkan membandingkan skema bunga dan jangka waktu kredit antar bank sebelum memutuskan. Jangka waktu pinjaman biasanya disesuaikan dengan jenis KUR—apakah untuk modal kerja atau investasi. Informasi terbaru mengenai bunga, plafon, dan persyaratan dapat diakses melalui kantor cabang resmi atau kanal digital masing-masing bank.

Kehadiran program KUR dengan bunga 7 persen ini menjadi penyelamat likuiditas bagi jutaan UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan perbankan konvensional. Dengan alokasi Rp340 triliun, pemerintah berharap efek berganda tercipta: usaha naik kelas, lapangan kerja bertambah, dan roda ekonomi daerah berputar lebih kencang. Bagi pelaku UMKM, momen ini layak dimanfaatkan sebelum pagu penyaluran habis terserap.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kayonews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top