1.700 Hektare Sawah di 19 Kecamatan Aceh Besar Terdampak Kekeringan, Pemkab Pinjamkan Pompa Air ke Petani

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 19:38:01 WIB
Petani melintasi sawah yang mengering akibat kekeringan di Aceh Besar, Senin (3/8/2026).

ACEH BESAR — Ribuan hektare sawah di Aceh Besar mulai mengering di tengah puncak musim kemarau. Dari total 23 kecamatan, 19 di antaranya melaporkan lahan pertaniannya kekurangan air, dengan tingkat terdampak terparah terjadi di Kecamatan Sukamakmur, Simpang Tiga, dan Lhoknga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, menyebutkan luas lahan yang terdampak mencapai lebih kurang 1.700 hektare. Sejumlah desa di kecamatan lain juga mulai merasakan dampak serupa, meski penyebarannya belum merata.

Pompa Air Jadi Andalan Saat Debit Bendungan Menurun

Penurunan debit air di sejumlah bendungan menjadi pemicu utama terganggunya irigasi ke areal persawahan. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani akan gagal panen apabila kemarau berlanjut lebih lama.

Menghadapi situasi tersebut, Dinas Pertanian Aceh Besar berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk meminjamkan pompa air kepada petani. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan instansi pengelola sumber daya air guna mengatur distribusi air secara lebih efektif ke lahan yang paling membutuhkan.

Belum Ada Bantuan Khusus, Pemkab Siapkan Status Kedaruratan

Imam menegaskan hingga saat ini belum ada bantuan khusus yang disalurkan kepada petani terdampak. Namun, pemerintah kabupaten terus mengupayakan bantuan sementara berupa penyediaan pompa air sembari menunggu penetapan status kedaruratan.

"Sambil penetapan status kedaruratan, nantinya akan diusulkan bantuan khusus apabila memang ada petani yang mengalami gagal panen. Harapannya, jerih payah petani masih bisa sedikit terbantu," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ikhtiar Menggugah Hujan di Tengah Kemarau

Selain upaya teknis, pemerintah daerah mengajak warga melakukan ikhtiar spiritual. Imam menyebut pihaknya berkoordinasi dengan setiap kecamatan untuk menggelar shalat istisqa sebagai bentuk permohonan turunnya hujan.

"Kami juga berkoordinasi dengan setiap kecamatan untuk menggelar shalat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan," kata Imam.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendampingi petani selama musim kemarau berlangsung. "Sesuai arahan bupati, kami terus berikhtiar sambil berdoa. Kami tetap hadir bersama petani. Kami memahami ada kekhawatiran hasil panen akan menurun akibat kekeringan," jelasnya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top