Review VinFast Evo: Motor Listrik Retro yang Hemat, Tapi Punya

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 23:32:01 WIB
VinFast Evo menjalani uji jalan di kawasan perkotaan untuk menilai performa hariannya.

ACEH — VinFast, pabrikan asal Vietnam, kini serius bermain di pasar motor listrik Indonesia. Setelah sukses dengan lini VF series untuk mobil, mereka menghadirkan VinFast Evo sebagai skuter listrik bergaya retro. Kami memakai motor ini selama hampir satu minggu untuk simulasi perjalanan harian di perkotaan—dari macetnya Sudirman sampai jalanan bergelombang di kawasan industri. Tujuannya satu: mencari tahu apakah motor ini layak menggantikan motor bensin harian Anda.

Desain Retro yang Solid, Tapi Bukan untuk Semua Orang

Secara tampilan, Evo mengambil garis desain klasik ala skuter Eropa. Bodinya ramping, lampu bulat, dan panel instrumen digital yang menyatu dengan gaya retro. Material bodi terasa kokoh saat ditekan, tidak ada bunyi kretek yang mengganggu—nilai plus di kelasnya.

Namun, posisi duduknya cenderung sporty. Setang sedikit rendah dan posisi kaki agak mundur. Untuk pengendara dengan tinggi di atas 170 cm, postur ini bisa terasa pegal di punggung saat dipakai berjam-jam. Ini bukan motor untuk gaya duduk tegak ala matik harian pada umumnya.

Performa: Cukup untuk Dalam Kota, Jangan Harap Lebih

Tenaga dari motor listriknya terasa responsif saat start dari lampu merah. Akselerasi 0-40 km/jam terasa lincah, cukup untuk menyalip di kepadatan lalu lintas. Kecepatan tertinggi yang tercatat di speedometer kami sekitar 70 km/jam—sedikit di bawah klaim pabrikan, tapi wajar terjadi pada kondisi angin dan bobot pengendara riil.

Yang perlu dicatat, tenaga mulai terasa flat di kecepatan di atas 60 km/jam. Jika Anda sering melintasi jalan tol dalam kota atau jalur cepat di luar kota, Evo akan terasa kurang bertenaga. Motor ini paling nyaman digunakan di kecepatan 40-60 km/jam.

Jarak Tempuh 150 Km: Tergantung Cara Bawa Gas

Klaim jarak tempuh 150 km per pengisian adalah angka ideal dalam kondisi ECO mode dan medan datar. Dalam pengujian kami dengan mode normal dan gaya berkendara agresif, angka yang tercapai berada di kisaran 90-100 km. Jika Anda mengaktifkan mode ECO dan disiplin menarik gas, jarak tempuh 110-120 km masih sangat mungkin dicapai.

Untuk konteks harian, jarak tempuh ini lebih dari cukup. Pulang-pergi kantor sejauh 20 km sehari berarti Anda hanya perlu mengisi daya setiap 4-5 hari sekali. Ini jauh lebih hemat dibandingkan motor bensin yang perlu mengisi bensin setiap 2-3 hari dengan biaya yang terus naik.

Biaya Operasional: Inilah Senjata Utamanya

Ini bagian yang paling menarik. Dengan tarif listrik rumah tangga rata-rata Rp 1.500 per kWh dan kapasitas baterai sekitar 3,5 kWh, biaya penuh untuk mengisi baterai Evo hanya sekitar Rp 5.000-6.000. Untuk jarak 100 km, ongkos per kilometernya kurang dari Rp 100.

Bandingkan dengan motor bensin 125cc yang konsumsinya 40 km/liter—dengan harga Pertalite Rp 10.000 per liter, biaya per kilometer mencapai Rp 250. Artinya, dalam sebulan pemakaian 1.000 km, Anda bisa menghemat lebih dari Rp 150.000 hanya untuk bahan bakar.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Pertama, infrastruktur pengisian. Meski baterainya bisa dilepas, bobotnya tidak ringan—sekitar 8 kg. Mengangkatnya ke lantai 3 apartemen setiap hari akan terasa berat. Kedua, jaringan servis VinFast di Indonesia masih terbatas. Pastikan ada dealer atau bengkel resmi yang mudah dijangkau dari tempat tinggal Anda.

Ketiga, harga jual kembali. Pasar motor listrik bekas di Indonesia belum sekuat motor bensin. Jika Anda tipe orang yang sering ganti motor, faktor depresiasi ini perlu dipertimbangkan. Terakhir, ground clearance-nya rendah—hati-hati saat melewati polisi tidur tinggi atau jalan rusak.

Kelebihan dan Kekurangan VinFast Evo

  • Kelebihan: Biaya operasional sangat murah, desain retro yang unik di kelasnya, build quality kokoh, fitur panel digital lengkap, jarak tempuh harian cukup jauh.
  • Kekurangan: Performa atas terbatas (top speed 70 km/jam), posisi duduk kurang nyaman untuk postur tinggi, jaringan servis terbatas, baterai berat saat dilepas, ground clearance rendah.

Verdict: Untuk Siapa Motor Ini?

VinFast Evo adalah pilihan tepat bagi Anda yang mencari motor kedua untuk mobilitas harian dalam kota—ke kantor, ngopi, atau antar anak sekolah. Biaya operasionalnya yang sangat rendah akan terasa manfaatnya dalam hitungan bulan. Namun, jika ini motor satu-satunya untuk segala kebutuhan, termasuk perjalanan luar kota, Evo bukan pilihan ideal.

Dengan harga yang diposisikan di kelas menengah motor listrik, Evo bersaing ketat dengan merek lain yang sudah lebih dulu mapan di Indonesia. Keputusan akhir kembali pada prioritas Anda: gaya retro dan efisiensi, atau performa dan jaringan servis yang lebih luas. Untuk kebutuhan harian yang simpel dan hemat, Evo layak masuk daftar pertimbangan serius.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top