JANTHO — Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar memastikan pasokan air untuk lahan persawahan di Blang Musang, Kecamatan Lhoknga, bakal segera mengalir setelah dua unit mesin pompa dikerahkan ke lokasi. Mesin bantuan dari PT Solusi Bangun Andalas (SBA) dan satu unit lagi merupakan instruksi langsung Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris itu diharapkan menjadi penyelamat musim tanam petani setempat.
Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, mengungkapkan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan sekitar 4 hektare sawah tidak mendapatkan aliran air karena posisi lahannya lebih tinggi dan jauh dari sumber irigasi. Kondisi ini membuat tanah mulai retak dan tanaman padi terancam layu apabila tidak segera mendapat suplai air tambahan.
Pemerintah kabupaten tidak hanya mengandalkan pompa air. Dua sumur bor juga telah difungsikan, masing-masing dibangun oleh PT SBA dan satu lagi merupakan hasil swadaya masyarakat setempat. Kombinasi sumur bor dan pompa air ini dinilai mampu menutup kekurangan pasokan air dari saluran irigasi utama.
"Kami sudah meninjau untuk ketersediaan air, kita sudah check sekali lagi memang butuh penanganan segera karena kekeringan, kemarin tidak sampai airnya ke situ, tapi Bapak Bupati sudah instruksikan kita bergerak cepat," ujar Imam Munandar di sela peninjauan, Senin (3/8/2026).
Imam menegaskan arahan bupati agar setiap laporan warga segera ditindaklanjuti tanpa menunggu giliran. Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan lahan pertanian yang mulai kekurangan air, termasuk ketika mesin pompa yang baru terpasang belum mampu menjangkau area tertentu.
"Kami juga perlu sampaikan kepada masyarakat jangan resah, setiap ada kondisi yang membutuhkan penanganan, segera sampaikan kepada pemerintah, Bapak Bupati sudah mengarahkan kami untuk terus turun ke lokasi dan membantu petani, termasuk menurunkan mesin pompa air dan pengaturan distribusi air irigasi," ungkapnya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri camat setempat, mantan penjabat keuchik, penyuluh pertanian, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perwakilan Pemerintah Aceh, serta para petani. Mereka berdiskusi langsung mengenai titik-titik sawah yang paling membutuhkan prioritas aliran air.
Distribusi air darurat ini ditargetkan menjaga produktivitas sawah hingga masa panen tiba. Pemerintah kabupaten berkomitmen mengawal proses pengairan secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada pemasangan pompa, tetapi juga memastikan mesin beroperasi maksimal selama musim kemarau berlangsung.
"Yang kemarin ada berita katanya tidak sampai airnya, kita sudah cek langsung ke lokasi memang ada sekitar 4 hektar lahan butuh aliran air, yang mana kondisi memang agak tinggi dan jauh dari sumber air. Ini nanti akan kita bantu mesin pompa air agar petani kita tidak sampai gagal panen," pungkas Imam Munandar.