KOTA JANTHO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mencatat dua rumah warga rusak akibat angin kencang yang menerjang wilayah itu sejak Selasa hingga Rabu (4-5/8/2026). Peristiwa terbaru terjadi di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, saat atap rumah konstruksi permanen milik Samsuri (56) diterbangkan angin pada pukul 04.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan peristiwa itu terjadi saat pemilik rumah beserta keluarga yang berjumlah empat jiwa sedang beristirahat. Suara keras dari atap yang terhempas membuat penghuni rumah terkejut, namun seluruh anggota keluarga selamat.
Begitu menerima laporan, petugas Damkar BPBD Pos Lhoong langsung bergerak ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pendataan dan dokumentasi untuk menilai tingkat kerusakan serta kebutuhan bantuan bagi keluarga terdampak.
Sebelum kejadian di Lhoong, angin kencang juga merusak rumah konstruksi kayu milik Idris Abdullah (44) di Gampong Lampanah Teunong, Kecamatan Indrapuri. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 09.01 WIB.
Menurut Ridwan, dampak di Indrapuri lebih parah karena atap rumah terhempas hingga sejauh kurang lebih 10 meter dari bangunan utama. Saat kejadian, Idris berada di dalam rumah dan tidak mengalami luka-luka.
Petugas Pusdalops BPBD Aceh Besar yang diterjunkan ke lokasi di Indrapuri telah melakukan pendataan. Hasil pendataan tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memproses bantuan bagi warga terdampak.
"Pada saat kejadian, pemilik rumah sedang berada dalam rumah dan tidak menimbulkan korban jiwa," terang Ridwan Jamil.
BPBD Aceh Besar mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah pesisir dan dataran tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang kerap terjadi pada pergantian musim. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda cuaca ekstrem di lingkungannya.