NTP Aceh Juli 2026 Naik 1,57 Persen ke 127,30, Gabah dan Sawit Jadi Penopang Utama

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:28:01 WIB
Petani memanen kelapa sawit di perkebunan Aceh, komoditas utama pendorong kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada Juli 2026.

BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,30. Angka ini naik 1,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di posisi 125,33.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyebut kenaikan ini merupakan sinyal perbaikan ekonomi petani. Sebab, kenaikan harga hasil panen masih lebih tinggi dibandingkan laju inflasi kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi.

“Nilai Tukar Petani pada Juli 2026 mencapai 127,30 atau naik 1,57 persen dibandingkan Juni 2026,” ujar Agus Andria di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).

Gabah, Kakao, dan Sawit Jadi Motor Kenaikan

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Juli 2026 tercatat sebesar 159,80 atau tumbuh 1,76 persen secara bulanan. Angka ini menjadi pendorong utama naiknya NTP Aceh.

BPS merinci, komoditas yang mengalami kenaikan harga paling signifikan adalah gabah, kakao atau coklat biji, serta kelapa sawit. Ketiganya merupakan tanaman unggulan yang banyak dibudidayakan di sejumlah kabupaten di Aceh.

“Komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani adalah gabah, kakao atau coklat biji, dan kelapa sawit,” kata Agus.

Beban Belanja Petani Hanya Naik Tipis

Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada periode yang sama hanya naik 0,19 persen menjadi 125,53. Artinya, beban pengeluaran petani untuk kebutuhan sehari-hari relatif stabil.

Meski terkendali, BPS mencatat ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya ikut merangkak naik. Beras, cabai rawit, dan bensin menjadi penyumbang utama inflasi di kelompok pengeluaran petani.

“Komoditas yang dominan menjadi penyumbang kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani adalah beras, cabai rawit, dan bensin,” ujarnya.

Apa Artinya bagi Petani Aceh?

Selisih antara kenaikan pendapatan dan belanja inilah yang membuat NTP Aceh membaik. Dalam istilah ekonomi, kondisi ini disebut sebagai perbaikan daya tukar petani.

Ketika NTP berada di atas 100, artinya petani secara umum mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan pengeluarannya. Capaian 127,30 pada Juli lalu menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Perbaikan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas petani di Aceh. Terlebih, harga gabah dan sawit yang sedang bagus biasanya memicu petani untuk meningkatkan intensitas perawatan lahan dan memperluas areal tanam.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top