Harga Semen di Aceh Lebih Mahal dari Provinsi Lain, SBI Operasikan 5 Terminal 24 Jam demi Kejar Pasokan 105.000 Sak per Hari

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:23:31 WIB
Manajemen Semen Andalas Indonesia (SBI) mengoperasikan lima terminal pengantongan selama 24 jam untuk mengejar target pasokan 105.000 sak per hari di Aceh.

BANDA ACEH — Kenaikan harga semen di Aceh dinilai telah menghambat aktivitas konstruksi warga dan proses rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan memanggil manajemen pabrik Semen Andalas untuk mencari solusi.

“Harga semen di Aceh saat ini lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain, padahal sumber bahan baku dan industri semen berada di Aceh,” kata Sekda Aceh, M Nasir Syamaun, dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Rabu (6/8/2026).

Kapasitas Pabrik Vs Kebutuhan Harian Warga

Data yang disampaikan Pemprov Aceh menunjukkan kapasitas produksi pabrik mencapai 5.400 ton per hari atau setara 135.000 sak. Jumlah ini sebenarnya masih di atas proyeksi kebutuhan masyarakat Aceh yang diperkirakan mencapai 4.200 ton per hari atau 105.000 sak.

Namun, kelangkaan tetap terjadi. Nasir menilai persoalan utama bukan terletak pada produksi, melainkan pada distribusi yang belum optimal hingga ke seluruh pelosok wilayah.

Instruksi Langsung dari Manajemen Pusat SBI

Menanggapi hal itu, Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, menyatakan pihaknya bakal mengoptimalkan operasional lima terminal pengantongan. Terminal tersebut tersebar di Lhoknga, Krueng Raya (Malahayati), Lhokseumawe I, Lhokseumawe II, dan Belawan.

“SBI akan mengoptimalkan operasional pada lima terminal pengantongan,” ujar Edi.

Seluruh terminal akan dijalankan dengan sistem tiga shift atau 24 jam penuh. Langkah ini ditempuh untuk memaksimalkan kapasitas distribusi agar pasokan semen cepat mengalir ke pasar.

Prioritas Pasokan untuk Aceh, Evaluasi Dilakukan Harian

Edi menegaskan bahwa kebutuhan semen masyarakat Aceh menjadi prioritas utama perusahaan. Pasokan untuk Aceh akan didahulukan sebelum dialokasikan ke wilayah lain.

“Pasokan untuk Aceh akan didahulukan melalui optimalisasi kapasitas produksi dan distribusi sebelum dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan wilayah lainnya,” katanya.

Untuk memastikan program berjalan, SBI akan melakukan evaluasi harian terhadap produksi dan distribusi hingga kondisi pasokan kembali normal. Pengiriman tambahan semen juga dijadwalkan secara bertahap sepanjang Agustus 2026, termasuk optimalisasi distribusi dari luar Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyebut pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi pada 3 Agustus 2026. Pemerintah Aceh pun menyambut baik respons cepat manajemen pusat SBI yang hadir langsung ke Kantor Gubernur.

“Agendanya memastikan produksi dan distribusi semen dapat berjalan maksimal, berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh,” kata Nurlis.

Pemprov Aceh berharap komitmen ini segera terlihat di lapangan melalui stabilisasi harga. Nasir menambahkan, percepatan ini krusial untuk mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana yang tengah berjalan di sejumlah kabupaten/kota.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: lingkarpos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top