NAGAN RAYA — Biaya konstruksi bangunan di Kabupaten Nagan Raya masih berada di bawah kota acuan nasional. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025, nilai 95,42 poin menempatkan Nagan Raya sebagai daerah dengan tingkat kemahalan konstruksi terendah kedelapan dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Penurunan 1,99 poin ini menjadi sinyal perbaikan daya saing daerah, meski tren jangka panjang menunjukkan kenaikan. Jika dibandingkan capaian lima tahun lalu, indeks ini justru naik 8,28 poin, mengindikasikan biaya material dan upah pekerja di Nagan Raya terus merangkak naik.
Di tingkat provinsi, kesenjangan biaya konstruksi antar daerah cukup terlihat. Kabupaten Simeulue menjadi wilayah dengan IKK tertinggi di Aceh, mencapai 106,82 poin, disusul Kota Sabang dengan 102,83 poin dan Kabupaten Aceh Utara di angka 99,95 poin.
Sebaliknya, Kota Langsa mencatatkan IKK terendah se-Aceh dengan 91,85 poin. Posisi Nagan Raya yang berada di peringkat kedelapan terendah menunjukkan biaya bangunan di daerah ini masih relatif lebih terjangkau dibandingkan mayoritas wilayah lain di provinsi paling barat Indonesia tersebut.
Secara teknis, IKK adalah indeks harga yang membandingkan tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota dengan Kota Surabaya. Angka di bawah 100 berarti biaya konstruksi di daerah tersebut lebih murah daripada di kota acuan.
Kondisi ini kerap menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menghitung Dana Alokasi Umum (DAU) dan alokasi infrastruktur. Daerah dengan IKK rendah biasanya menerima penyesuaian biaya yang lebih kecil, karena secara statistik harga material di pasar lokal dinilai lebih kompetitif.
Kenaikan 8,28 poin dalam setengah dekade terakhir mencerminkan tekanan inflasi bahan bangunan yang terjadi hampir merata di seluruh Aceh. Meski turun tahun ini, biaya konstruksi di Nagan Raya belum kembali ke level sebelum pandemi.
Untuk diketahui, lima kabupaten/kota dengan IKK terendah di Aceh pada 2025 adalah Kota Langsa (91,85 poin), Kabupaten Pidie Jaya (93,0 poin), Kabupaten Pidie (93,91 poin), Kabupaten Aceh Barat (93,95 poin), dan Kabupaten Aceh Tamiang (94,52 poin). Sementara di sisi tertinggi, selain Simeulue dan Sabang, ada Kabupaten Aceh Utara (99,95 poin), Kota Lhokseumawe (99,74 poin), serta Kabupaten Aceh Tengah (99,27 poin).