TAKENGON — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai rangkaian kunjungan kerjanya di Aceh dengan menyambangi Kabupaten Aceh Tengah. Tiba menggunakan helikopter yang mendarat di lapangan sepak bola dekat lokasi, Gibran langsung menuju Jembatan Lumut di Desa Lumut, Kecamatan Linge, untuk mengecek kondisi infrastruktur tersebut.
Wagub Aceh Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fadh tampak mendampingi Wapres bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah. Turut hadir Bupati Aceh Tengah, Wakil Bupati, Ketua DPRK, Kapolres, serta Dandim setempat.
Jembatan Lumut bukan sekadar penghubung antar desa. Ruas ini merupakan bagian dari jalan nasional yang menghubungkan Takengon–Isé-Isé hingga Blang Kejeren. Perannya krusial dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah tengah Aceh.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran dan Dek Fadh menerima pemaparan langsung dari pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional. Materi yang disampaikan mencakup kondisi terkini jembatan, langkah penanganan yang sudah dilakukan, serta rencana tindak lanjut untuk memastikan akses transportasi warga tetap lancar.
Usai mendengarkan penjelasan, rombongan menyempatkan diri berjalan meninjau kondisi jembatan. Warga yang sudah menunggu sejak pagi tampak antusias menyambut kedatangan Wapres dan Wagub, berharap perbaikan infrastruktur segera dituntaskan.
Dari Aceh Tengah, rombongan kembali bertolak menggunakan helikopter menuju Kabupaten Gayo Lues. Mereka mendarat di Stadion Seribu Bukit sebelum melanjutkan perjalanan ke Jembatan Kendawi di Desa Dabung Gelang.
Di lokasi kedua, Wapres dan Wagub Aceh kembali menerima paparan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional. Pembahasan difokuskan pada progres penanganan jembatan serta langkah-langkah yang disiapkan untuk menjaga kelancaran akses masyarakat. Sama seperti di Lumut, keduanya juga turun langsung melihat kondisi jembatan dan menyapa warga yang menyambut rombongan.
Rangkaian peninjauan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Aceh. Kehadiran Wapres didampingi Wagub diharapkan memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.
Dengan terjaganya konektivitas antarwilayah, aktivitas perekonomian masyarakat diharapkan ikut meningkat. Perhatian langsung terhadap dua jembatan vital ini juga menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama ini bergantung pada kondisi ruas jalan nasional tersebut untuk mobilitas sehari-hari.