Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Pasang Cerucuk Kayu dan Pinang untuk Perkuat Fondasi Jembatan di Desa Lhok Panah

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 13:13:01 WIB
Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie memasang cerucuk kayu dan pinang untuk memperkuat fondasi jembatan di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti.

PIDIE — Progres pembangunan fisik TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Pidie memasuki tahap penguatan struktur. Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa pemasangan cerucuk merupakan prioritas karena menjadi penentu kekuatan fondasi jembatan yang sedang dikerjakan.

“Sejak TMMD dimulai, seluruh sasaran fisik terus kami percepat. Pemasangan cerucuk merupakan pekerjaan yang sangat penting karena menjadi penguat struktur bantaran jalan dan jembatan. Fondasi yang kuat akan menghasilkan konstruksi yang aman, kokoh, serta mampu bertahan dalam jangka waktu lama,” ujarnya.

Mengapa Kayu dan Pinang Jadi Pilihan Utama?

Letkol Inf Abdul Hadi menjelaskan bahwa material cerucuk sengaja dipilih dari batang kayu dan pohon pinang. Kedua jenis material ini dinilai memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi tanah lembek yang menjadi karakteristik lokasi pembangunan di Desa Lhok Panah.

Penggunaan material lokal ini juga mempermudah logistik di lapangan. Pasokan kayu dan pinang bisa didapat dari sekitar lokasi, sehingga waktu pengerjaan tidak terbuang untuk menunggu material dari luar daerah.

Mini Excavator Dikerahkan untuk Presisi Pemancangan

Untuk memastikan setiap titik pancang presisi, Satgas TMMD mengerahkan satu unit mini excavator. Alat berat ini mempercepat proses pemancangan cerucuk di sepanjang bantaran jalan sekaligus menjaga kedalaman dan kerapatan struktur sesuai kebutuhan konstruksi.

Kombinasi alat berat dan kerja manual personel Satgas membuat pekerjaan lebih efektif. Meski mengutamakan kecepatan, kualitas hasil tetap menjadi standar utama yang tidak bisa ditawar.

Dampak Ekonomi yang Diharapkan Warga Kecamatan Sakti

Pembangunan jembatan Box Culvert ini bukan sekadar proyek fisik. Dansatgas menyebut infrastruktur ini dirancang untuk membuka konektivitas antarlokasi pertanian di Kecamatan Sakti.

“Kami tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap tahapan memenuhi standar kualitas. Harapannya, infrastruktur yang dibangun melalui TMMD benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses menuju lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” tegas Dansatgas.

Dengan akses jalan yang lebih baik, distribusi hasil panen warga diharapkan semakin lancar. Hal ini berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi rumah tangga petani di wilayah tersebut.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Semangat kebersamaan antara personel Satgas TMMD dan warga setempat terus terjaga selama pengerjaan. Keterlibatan warga tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.

Ke depan, seluruh sasaran fisik TMMD ke-129 ditargetkan rampung sesuai jadwal. Pengerjaan cerucuk yang tuntas menjadi fondasi awal bagi tahapan konstruksi jembatan selanjutnya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top