ACEH TENGGARA — Pemasangan tiang pylon menjadi fase krusial dalam konstruksi Jembatan Gantung Perintis yang membentang di Desa Lawe Ger-Ger. Komponen ini berfungsi sebagai penyangga utama kabel baja penopang seluruh struktur jembatan, sehingga presisi pemasangan sangat menentukan keamanan dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.
Sejak pagi, puluhan warga dan personel Babinsa bahu-membahu mengangkat material serta menyusun rangka secara bertahap. Pelda Soldier, Babinsa setempat yang memimpin langsung di lapangan, menegaskan bahwa standar teknis pemasangan menjadi prioritas utama.
Selama bertahun-tahun, masyarakat Lawe Ger-Ger harus menempuh jalur alternatif yang jauh lebih panjang dengan medan berat. Kondisi ini diperparah ketika debit sungai meningkat di musim hujan, yang kerap melumpuhkan aktivitas warga.
Dampaknya terasa di berbagai sektor. Mobilitas menuju lahan pertanian dan perkebunan terganggu, distribusi hasil panen ke pasar terhambat, hingga akses anak-anak ke sekolah dan warga ke pusat kesehatan menjadi tidak pasti.
“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa, TNI, dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Selama ini kami benar-benar membutuhkan akses yang lebih aman untuk menyeberangi sungai,” ujar Isman (50), warga Desa Lawe Ger-Ger.
Keterlibatan Babinsa dalam proyek ini bukan sekadar pendampingan fisik. Pelda Soldier menyebut bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan nyata TNI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Melalui kebersamaan antara TNI, teknisi, dan masyarakat, seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” kata Pelda Soldier.
Setelah rampung, jembatan ini diharapkan memangkas waktu tempuh warga menuju pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan secara signifikan. Konektivitas antarwilayah di Kecamatan Ketambe pun diproyeksikan menggeliatkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Pelda Soldier menambahkan, Babinsa akan terus hadir mendampingi setiap tahapan pekerjaan hingga seluruh konstruksi selesai. “Kami akan terus hadir bersama masyarakat dalam setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan umum,” tegasnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam pembangunan jembatan ini menjadi bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih cepat terwujud apabila dikerjakan dengan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.