Plt Ketua DWP Aceh Barat Lantik Pengurus Unit RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Ini Empat Amanat yang Ditekankan

Penulis: Faisal Hasbi  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:56:31 WIB
Plt Ketua DWP Aceh Barat melantik pengurus DWP Unit RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh masa bakti 2026-2030 di Aula RSUD setempat, Sabtu (8/8/2026).

MEULABOH — Organisasi kemasyarakatan di lingkungan rumah sakit daerah kini resmi memiliki kepengurusan baru. Cut Zulfahnur Syafitri, Plt Ketua DWP Aceh Barat, memimpin langsung prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh pada Sabtu (8/8/2026).

Dalam arahannya, Zulfahnur menekankan bahwa pengurus DWP memikul tanggung jawab untuk mendukung terwujudnya keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas. Organisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan serta menjadi mitra strategis instansi tempat mereka bernaung.

Empat Amanat untuk Pengurus Baru

Zulfahnur menyampaikan empat poin penting yang menjadi catatan bagi pengurus DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Poin pertama berkaitan dengan penguatan organisasi internal.

"Hal itu sejalan dengan peran DWP sebagai organisasi yang berfokus pada bidang Pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. Saya menitipkan empat hal kepada pengurus DWP Unit UPTD RSUD CND, pertama bangunlah organisasi yang solid, tertib administrasi dan akuntabel," kata Zulfahnur.

Selain soliditas, ia meminta pengurus menyusun program kerja yang aktif berinovasi dan relevan dengan kebutuhan anggota. Pengurus juga diminta memperkuat silaturahmi serta membangun kolaborasi dengan DWP kabupaten dan berbagai pemangku kepentingan dalam kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

Program Kerja Harus Sejalan dengan Visi Pembangunan Aceh Barat

Zulfahnur mengingatkan agar seluruh unit DWP di Aceh Barat menyelaraskan program kerjanya dengan arah pembangunan daerah. Organisasi ini tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian visi pembangunan Kabupaten Aceh Barat.

"Seluruh Unit DWP di Aceh Barat harus menyelaraskan program kerja dengan arah pembangunan daerah. Sebagai organisasi yang menjadi mitra strategis pemerintah, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian visi pembangunan Aceh Barat," ujarnya.

Khusus untuk lingkungan rumah sakit, kepedulian sosial disebut sebagai identitas yang harus diperkuat. Zulfahnur berharap pengurus mampu menghadirkan berbagai inovasi dan kegiatan sosial di bidang kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sinergi Tim Kunci Keberhasilan Program

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak ditentukan oleh kerja perorangan. Seluruh pengurus diminta bekerja sebagai satu tim yang utuh, mengedepankan sinergi, komunikasi, dan saling menghargai.

"Seluruh pengurus harus bekerja sebagai satu tim, tidak ada program yang hasilnya hanya karena satu orang, tetapi karena adanya sinergi, komunikasi dan saling menghargai serta semangat gotong royong," ujar Zulfahnur.

Adapun susunan pengurus DWP Unit UPTD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh masa bakti 2026-2030 adalah Yuli Akbar Siregar sebagai Ketua, Debi Mali sebagai Wakil Ketua I, dan Sri Darlis Munandar sebagai Wakil Ketua II. Posisi Sekretaris diisi Era Fitria dengan Wakil Sekretaris Ivany Dini Octary, sementara Bendahara dijabat Diah Lestari Ardian dan Cut Asmanidar sebagai Wakil Bendahara.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top