JANTHO — Tujuh kejadian baru tersebut tersebar di lima kecamatan, dengan rincian lima titik pohon tumbang, satu fasilitas tempat istirahat masjid yang ambruk, dan satu unit toko tiga lantai yang rusak bagian atapnya. Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa yang terjadi sejak siang hingga sore hari itu.
"BPBD Aceh Besar bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan terhadap tujuh kejadian akibat angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah. Dari pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa," kata Ridwan dalam keterangannya, Jumat malam.
Kejadian pertama dilaporkan sekitar pukul 13.05 WIB di Gampong Saney Utamong Gapuy, Kecamatan Lhoong. Angin kencang merobohkan sarana tempat istirahat di kompleks masjid setempat. Tak berselang lama, pohon tumbang melintang di badan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Gampong Lampreh, Kecamatan Ingin Jaya.
Jalur menuju Bandara Sultan Iskandar Muda juga ikut terganggu. Dua titik pohon tumbang dilaporkan terjadi di Gampong Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, dan Gampong Pasie Garot, Kecamatan Ingin Jaya. Sementara itu, dua kejadian serupa lainnya menimpa Jalan Lintas Lambaro–Banda Aceh di Gampong Lubuk Batee serta Jalan Lintas Limpok di Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro.
Di Gampong Ajun, Kecamatan Peukan Bada, angin kencang menghempaskan atap toko tiga lantai milik warga yang berada di Jalan Banda Aceh–Meulaboh. Kerusakan pada bangunan komersial itu menjadi satu-satunya insiden yang menimpa properti usaha dalam pendataan hari Jumat.
"Petugas telah melakukan pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik untuk memastikan akses transportasi kembali aman. Selain itu, pendataan kerusakan terus dilakukan di lokasi kejadian," ujar Ridwan.
Dalam penanganan darurat ini, BPBD Aceh Besar mengerahkan personel pemadam kebakaran (Damkar) dan Pusdalops-PB. Koordinasi lintas instansi dilakukan dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial, TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk mempercepat evakuasi dan pembersihan material.
Ridwan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada siang, sore hingga malam hari. Ia meminta warga menghindari berteduh di bawah pohon atau berada di sekitar bangunan yang berpotensi terdampak.
"Masyarakat kami imbau tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara. Hindari berteduh di bawah pohon atau berada di sekitar bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang," pungkasnya.
Sebelumnya, hingga Kamis (6/8/2026) pukul 16.00 WIB, BPBD Aceh Besar mencatat 16 kejadian yang tersebar di delapan kecamatan dan 14 gampong. Dengan tambahan tujuh kejadian pada Jumat, total kejadian akibat cuaca ekstrem sejak 4 Agustus 2026 kini mencapai 23 kejadian di wilayah Aceh Besar.