ACEH BESAR — Harga semen di tingkat masyarakat Aceh dikabarkan menembus angka Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per sak. Kondisi ini dinilai menjadi beban ganda bagi warga yang tengah fokus membangun kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana.
Senator Azhari Cage menegaskan situasi ini ironis lantaran Aceh memiliki pabrik semen sendiri. Ia menerima banyak pengaduan warga yang kesulitan mendapatkan material bangunan dengan harga normal.
“Jangan sampai Aceh punya pabrik semen, tapi semennya langka di Aceh,” ujar Azhari dalam kunjungan kerjanya ke Pabrik PT SBA, Sabtu (8/8/2026).
Manajemen PT SBA membantah adanya gangguan produksi. General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, menyebut kapasitas pabrik justru beroperasi di level maksimal, mencapai 1,8 juta ton semen per tahun atau sekitar 5.400 ton per hari.
Bahkan, perusahaan telah memperpanjang waktu kerja di packing plant untuk mengejar target distribusi. Setiap harinya, sekitar 2.000 ton semen dikirim dari Lhoknga, sementara 3.000 ton lainnya dialokasikan ke Lhokseumawe melalui jalur darat dan laut via Pelabuhan Malahayati.
“Kami meminta kepada manajemen Semen Andalas agar dapat berkoordinasi dan memanggil distributor-distributor tersebut supaya tidak ada pihak yang bermain,” tegas Azhari.
Adi Santosa menegaskan harga semen yang keluar dari pabrik untuk wilayah Aceh tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini dipertahankan meskipun biaya operasional seperti batu bara, bahan bakar, dan suku cadang meningkat.
Perusahaan menilai lonjakan harga di pasaran berada di luar kewenangan mereka. SBA hanya bisa memastikan harga acuan saat barang keluar dari gerbang pabrik tetap sesuai ketentuan, dan meminta para distributor untuk meratakan pasokan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Azhari Cage memastikan temuan di lapangan ini akan dibawa ke tingkat pusat. Ia berencana mengangkat persoalan kelangkaan semen ini dalam rapat kerja dengan kementerian dan BUMN terkait untuk mencari solusi struktural.
“Kita tidak mencari siapa yang salah atau benar. Kita ingin memastikan di mana kendalanya dan apa permasalahannya sehingga terjadi kelangkaan semen di Aceh,” katanya.
Senator asal Aceh itu berharap ada langkah konkret agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak terhambat oleh persoalan logistik dan harga material bangunan.