ACEH — Uji jalan perdana Chery Tiggo 9 CSH di Indonesia memberikan gambaran awal yang menarik. Mengutip pengujian dari kanal YouTube @ridwanhr, fokus utama SUV flagship ini bukan sekadar angka tenaga besar, melainkan eksekusi teknologi plug-in hybrid yang terasa mulus saat perpindahan dari mode listrik ke mesin bensin. Saat dipacu di jalan tol, kabin tetap stabil dan proses transisi tenaga nyaris tidak terdeteksi oleh pengemudi.
Chery memadukan mesin bensin 1.500 cc turbo dengan tiga motor listrik untuk menghasilkan total output 395 PS dan torsi puncak 650 Nm. Klaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik menempatkannya sejajar dengan SUV premium bermesin besar, namun sensasi berkendara yang ditonjolkan justru kehalusan tenaga.
Sistem penggerak AWD turut disematkan, memberikan traksi tambahan yang terasa menenangkan saat akselerasi dari kecepatan rendah maupun saat menyalip di kecepatan tinggi. Untuk ukuran SUV keluarga, karakter ini terasa dewasa dan tidak agresif, cocok untuk pengemudi yang mengutamakan kenyamanan dibanding sensasi sporty.
Klaim jarak tempuh mode listrik murni hingga 180-200 km didukung baterai berkapasitas sekitar 35 kWh. Ini salah satu angka tertinggi untuk PHEV di pasar Indonesia, memungkinkan penggunaan harian dalam kota sepenuhnya tanpa menyalakan mesin bensin.
Dukungan fast charging standar CCS2 menjadi nilai tambah signifikan. Pemilik yang memiliki akses charger umum bisa mengisi daya dalam hitungan jam, bukan semalaman. Fitur Vehicle to Load (V2L) dengan daya 6.600 watt juga menjadikan mobil ini sumber listrik darurat yang berguna, terutama saat kegiatan outdoor atau mati listrik.
Interior Tiggo 9 CSH dirancang untuk memanjakan seluruh penumpang, bukan hanya pengemudi. Kursi baris kedua mendapatkan ventilasi AC terpisah, penyesuaian elektrik, dan ruang kaki lega. Fitur kursi depan dengan pemanas, pendingin, dan pijat melengkapi kemewahan yang ditawarkan.
Material soft touch mendominasi kabin, ditemani panoramic sunroof, ambient light, dan sistem audio Sony 14 speaker. Head-up display dan layar infotainment besar yang mengontrol hampir semua fungsi kendaraan menjadi pusat kendali utama. Untuk keluarga dengan anak kecil, kamera 360 derajat dan fitur parkir otomatis akan sangat membantu manuver di area sempit.
Paket keselamatan aktifnya lengkap: adaptive cruise control, lane keeping assist, automatic emergency braking, hingga blind spot detection. Fitur track reversing yang memungkinkan mobil mundur mengikuti jalur masuk secara otomatis adalah teknologi yang jarang ditemui di kelasnya dan berguna di area parkir sempit atau jalan buntu.
Pengisian daya nirkabel 50 watt dengan pendingin memastikan smartphone tidak cepat panas saat diisi, detail kecil yang kerap diabaikan pabrikan lain.
Meski impresif, ada beberapa catatan penting. Pertama, harga resmi belum diumumkan. Posisinya sebagai model flagship Tiggo Series mengindikasikan banderol yang tidak murah, kemungkinan bersaing di segmen SUV premium. Kedua, konsumsi bahan bakar efisien hanya jika baterai rutin diisi. Jika tidak, mesin 1.500cc turbo harus bekerja ekstra membawa bobot baterai besar, berpotensi membuat konsumsi bensin justru lebih boros dibanding SUV konvensional.
Ketiga, ketersediaan jaringan dealer dan layanan purna jual Chery di Indonesia masih dalam tahap ekspansi. Untuk mobil dengan teknologi kompleks seperti PHEV, kualitas layanan bengkel menjadi faktor krusial yang belum teruji dalam jangka panjang.
Chery Tiggo 9 CSH menawarkan paket lengkap: performa tinggi, teknologi hybrid canggih, dan kabin premium. Jika harga yang diumumkan nanti kompetitif terhadap kompetitor seperti Mazda CX-60 atau Hyundai Santa Fe PHEV, mobil ini bisa menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang menginginkan SUV besar dengan biaya operasional rendah untuk penggunaan harian.
Namun, keputusan akhir tetap menunggu pengumuman resmi. Yang jelas, uji jalan ini membuktikan Chery serius bermain di segmen atas dan tidak hanya mengandalkan harga murah untuk bersaing.