BANDA ACEH — Warga Banda Aceh bisa mendapatkan paket berisi beras premium, minyak goreng, gula, dan telur dengan total harga Rp 168 ribu dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) setempat. Sebanyak 1.000 paket disiapkan untuk setiap lokasi, sehingga total mencapai 2.000 paket yang diperebutkan masyarakat.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya menekan inflasi di sektor pangan. "Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan," ujarnya, Senin (10/8/2026).
Setiap paket pangan murah yang dijual pemerintah kota memiliki komposisi yang sudah ditentukan dan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Berikut rincian lengkapnya:
Dengan komposisi tersebut, warga cukup menebus satu paket dengan uang Rp 168 ribu. Iskandar menegaskan harga ini merupakan subsidi dari pemerintah untuk meringankan beban belanja harian masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Pemkot Banda Aceh sengaja membagi pelaksanaan GPM ke dalam dua hari berbeda untuk memudahkan akses warga. Hari pertama, kegiatan berlangsung di Masjid Dianjong Pelanggahan pada Kamis (13/8/2026). Sedangkan hari kedua dipindahkan ke Bapperis Peuniti pada Jumat (14/8/2026).
Iskandar mengimbau warga yang berminat untuk hadir lebih awal karena jumlah paket terbatas. "Jadi satu paket pangan murah itu warga kota cukup bayar Rp 168.000 per paket," jelasnya menegaskan kembali nominal yang harus dibayarkan.
Pelaksanaan GPM kali ini bukan sekadar seremonial ulang tahun kemerdekaan. Pemerintah kota menargetkan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang kerap melonjak saat momen tertentu. Dengan menyediakan kebutuhan pokok di bawah harga pasar, daya beli masyarakat kelas menengah bawah diharapkan tetap terjaga.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dinilai efektif menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen, khususnya menjelang perayaan hari besar nasional.
Warga yang ingin mendapatkan paket tersebut wajib menunjukkan KTP asli Banda Aceh. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi tepat sasaran dan dinikmati langsung oleh penduduk kota, bukan warga luar daerah.