2.000 Paket Pangan Murah Disiapkan Pemkot Banda Aceh di HUT ke-81 RI, Beras Premium Hanya Rp 60 Ribu per 5 Kg

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 23:11:31 WIB
Warga Banda Aceh menyerbu 2.000 paket pangan murah bersubsidi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Banda Aceh.

BANDA ACEH — Warga Banda Aceh bisa mendapatkan paket berisi beras premium, minyak goreng, gula, dan telur dengan total harga Rp 168 ribu dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) setempat. Sebanyak 1.000 paket disiapkan untuk setiap lokasi, sehingga total mencapai 2.000 paket yang diperebutkan masyarakat.

Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya menekan inflasi di sektor pangan. "Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan," ujarnya, Senin (10/8/2026).

Isi Paket dan Rincian Harga yang Wajib Diketahui Warga

Setiap paket pangan murah yang dijual pemerintah kota memiliki komposisi yang sudah ditentukan dan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Berikut rincian lengkapnya:

  • Beras premium 5 kilogram seharga Rp 60.000
  • Minyak goreng SunCo 2 liter seharga Rp 33.000
  • Gula pasir 2 kilogram seharga Rp 30.000
  • Telur ayam satu papan seharga Rp 40.000

Dengan komposisi tersebut, warga cukup menebus satu paket dengan uang Rp 168 ribu. Iskandar menegaskan harga ini merupakan subsidi dari pemerintah untuk meringankan beban belanja harian masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Jadwal dan Lokasi: Dua Titik di Masjid dan Bapperis

Pemkot Banda Aceh sengaja membagi pelaksanaan GPM ke dalam dua hari berbeda untuk memudahkan akses warga. Hari pertama, kegiatan berlangsung di Masjid Dianjong Pelanggahan pada Kamis (13/8/2026). Sedangkan hari kedua dipindahkan ke Bapperis Peuniti pada Jumat (14/8/2026).

Iskandar mengimbau warga yang berminat untuk hadir lebih awal karena jumlah paket terbatas. "Jadi satu paket pangan murah itu warga kota cukup bayar Rp 168.000 per paket," jelasnya menegaskan kembali nominal yang harus dibayarkan.

Mengapa GPM Digelar? Ini Alasan di Balik Operasi Pasar

Pelaksanaan GPM kali ini bukan sekadar seremonial ulang tahun kemerdekaan. Pemerintah kota menargetkan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang kerap melonjak saat momen tertentu. Dengan menyediakan kebutuhan pokok di bawah harga pasar, daya beli masyarakat kelas menengah bawah diharapkan tetap terjaga.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dinilai efektif menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen, khususnya menjelang perayaan hari besar nasional.

Warga yang ingin mendapatkan paket tersebut wajib menunjukkan KTP asli Banda Aceh. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi tepat sasaran dan dinikmati langsung oleh penduduk kota, bukan warga luar daerah.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: acehnow.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top