BANDA ACEH — Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, mengatakan organisasinya siap mendorong media anggota untuk terus memberitakan persoalan masyarakat secara faktual dan konstruktif. Menurutnya, isu pemulihan pascabencana memiliki keterkaitan erat dengan kerja TP-PKK yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
“Media tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga perlu mengawal proses pemulihan. Kondisi masyarakat dan kebutuhan mereka harus terus menjadi perhatian,” ujar Aldin dalam keterangan yang diterima Komparatif.ID.
Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na, menceritakan pengalamannya turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Ia melihat sendiri kondisi perempuan, anak-anak, dan keluarga yang masih menghadapi situasi sulit setelah bencana.
Saat mengunjungi Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah pada Juli 2026, siswa SD Negeri Uning Mas masih menjalani kegiatan belajar di sekolah darurat. Padahal, bencana banjir besar telah melanda Aceh pada November 2025.
Menurut Kak Na, kondisi itu membuktikan pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya butuh bantuan saat masa darurat, tetapi juga dukungan untuk memulihkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan keluarga.
Pengalaman di lapangan membuat istri Pj Gubernur Aceh ini merasakan langsung sulitnya situasi yang dihadapi warga. Saat banjir besar November 2025, rombongannya sempat terjebak banjir selama dua hari karena akses jalan terputus dalam perjalanan kembali dari penyaluran bantuan.
“Kondisi tersebut membuat Marlina melihat langsung sulitnya situasi yang dihadapi warga, terutama perempuan dan anak-anak yang membutuhkan bantuan,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
Kak Na menilai media memiliki peran penting untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada publik. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hilang dari perhatian setelah masa tanggap darurat berakhir.
SMSI sendiri merupakan organisasi perusahaan media siber sekaligus konstituen Dewan Pers. Saat ini, SMSI menaungi lebih dari 3.000 perusahaan media di Indonesia, termasuk lebih dari 40 perusahaan media di Aceh.
Audiensi tersebut dihadiri Bendahara SMSI Aceh Sulaiman, Wakil Ketua Muhammad Hamzah, serta anggota Muhammad Saman.