Dosen Unimal dan ITB Teliti Hunian Sehat di Pesisir Aceh Timur, Dana Riset dari IOM untuk Adaptasi Iklim

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:10:01 WIB
Dosen Unimal dan peneliti ITB meneliti adaptasi hunian sehat di pesisir Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, dengan dana riset dari IOM.

IDI — Sejumlah dosen dari Universitas Malikussaleh (Unimal) bersama peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah menggarap riset adaptasi hunian sehat di kawasan pesisir Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur. Kajian berjudul Community-Based Green Retrofit and Healthy Housing Adaptation for Climate Resilience in Coastal Settlement of Kuala Simpang Ulim, East Aceh, Indonesia ini merupakan bagian dari program Climate Catalytic Fund (CCF) yang didanai International Organization for Migration (IOM) Indonesia.

Tim peneliti dari Unimal melibatkan Dr Muhammad Iqbal dan Dr Atthaillah dari Program Studi Arsitektur, Rahmatun Maula MT serta Dewi Fitria Marlisa MT dari Teknik Lingkungan, dan Qanitatul Isra Qamal MPWK bersama Abdul Razak Nawaf MURP dari Perencanaan Wilayah dan Kota. Dari sisi keilmuan, kolaborasi ini memadukan tiga disiplin: arsitektur, teknik lingkungan, dan tata ruang.

Mengapa Pendekatan Green Retrofit Dipakai?

Abdul Razak Nawaf, salah satu peneliti dari Unimal, menjelaskan bahwa pendekatan community-based dipilih karena persoalan hunian di pesisir tak bisa diselesaikan hanya lewat perbaikan fisik bangunan. Faktor perilaku, kemampuan ekonomi, dan kebutuhan warga ikut menentukan keberhasilan adaptasi.

"Pendekatan community-based green retrofit digunakan karena upaya meningkatkan ketahanan hunian terhadap perubahan iklim dan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, perilaku, kemampuan serta kebutuhan masyarakat yang tinggal di dalamnya," ujarnya dalam rilis yang diterima Unimalnews, Selasa (11/8/2026).

Menurut Razak, intervensi lewat green retrofit diharapkan mampu mendongkrak kualitas hunian sekaligus efisiensi sumber daya. Kawasan pesisir memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dengan wilayah perkotaan lain, sehingga solusi yang ditawarkan tidak boleh generik.

Warga Dilibatkan Sejak Awal Penelitian

Proses riset tidak berhenti pada pengamatan lapangan. Masyarakat setempat dilibatkan mulai dari identifikasi masalah hingga penyusunan rekomendasi. Dengan begitu, hasil kajian diharapkan lebih mudah diterapkan dan dipertahankan warga dalam jangka panjang.

"Dengan melibatkan masyarakat sejak proses identifikasi permasalahan hingga penyusunan rekomendasi, solusi yang dihasilkan diharapkan tidak bersifat generik, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi lokal dan lebih memungkinkan untuk diterapkan serta dipertahankan oleh masyarakat," jelasnya.

Target dan Harapan ke Depan

Riset ini menargetkan tiga keluaran utama: pemetaan kondisi hunian dan lingkungan, rekomendasi strategi green retrofit, serta model adaptasi hunian sehat yang bisa direplikasi di kawasan pesisir serupa. Hasil kajian nantinya juga diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan perumahan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

"Harapannya, hasil penelitian ini tidak berhenti pada rekomendasi akademik, tetapi dapat menjadi dasar untuk pengembangan intervensi yang nyata bagi masyarakat. Ke depan, pendekatan yang dihasilkan dapat direplikasi dan dikembangkan pada kawasan pesisir lainnya yang menghadapi tantangan perubahan iklim dan persoalan kualitas hunian," tutup Razak.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: news.unimal.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top