BANDA ACEH — Pemerintah Aceh memastikan dukungan penuh bagi 10 siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh yang akan berlaga di Grand Final Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat nasional. Para siswa diminta fokus menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) selama sepekan penuh sebelum bertanding.
M Nasir Syamaun menegaskan waktu yang tersedia sangat singkat. Oleh karena itu, para siswa wajib menjalani TC selama seminggu untuk memastikan kesiapan mental dan materi mereka.
"Mereka wajib masuk Training Center selama seminggu. Kita punya waktu 10 hari. Tidak ada kompetisi tanpa persiapan. Jadi harus disiapkan sehingga kompetitif," ujarnya di Banda Aceh, Selasa (11/8/2026).
Kesepuluh siswa tersebut merupakan juara LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh. Mereka akan bersaing dengan 21 SMA lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia.
Nama-nama yang akan mewakili Aceh yakni Aslan Sagusta Putra, Muhammad Zaghlul Rizky Hasibuan, Fasya Elfariez, Recha Anggreani Fauzan, Misha Fathia, Syalsa Billa Azira T, Selsy Adilla Azira T, Naila, Anjani Sakhi Azaria Syahla, dan Annora Sasikirana.
Nasir menegaskan persoalan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi para siswa. Ia bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh akan mengurus seluruh kebutuhan pembiayaan selama masa persiapan.
"Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya nggak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan," kata Nasir.
Ia bahkan berencana hadir langsung ke lokasi grand final untuk memberikan dukungan moral kepada para siswa. "Nanti masuk final tingkat nasional, kami datang untuk menyaksikan dan memberi semangat," ujarnya.
Sekda Aceh juga meminta Dinas Pendidikan dan pihak sekolah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi fisik para siswa. Ia berpesan agar mereka tidak kelelahan selama menjalani TC.
"Mereka harus digembleng dan masuk karantina. Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit," pesan Nasir.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyambut baik instruksi tersebut. Pihaknya berkomitmen menjalankan amanah Sekda untuk memfasilitasi para siswa secara maksimal.
"Kami di Dinas Pendidikan Aceh tentu wajib menjalankan amanah Pak Sekda. Bagaimanapun para siswa ini perlu diberi perhatian yang terbaik agar mereka dapat berkompetisi dengan bagus," kata Murthalamuddin.
Sementara itu, Kepala SMA 2 Banda Aceh, Herlina Dewi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Aceh. Ia menilai dukungan ini merupakan yang pertama kalinya diterima sekolahnya.
"Baru kali ini kami mendapat apresiasi seperti ini. Kami akan berusaha keras untuk dapat berkompetisi dengan baik nanti," ujar Herlina.
Para siswa tiba di Kantor Gubernur Aceh didampingi oleh Herlina Dewi dan sejumlah guru. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, serta para dewan juri LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh, Prof Dr Syafrizal Abbas, Dr M Yasir Putra Utama, dan Dr Nurlis Effendi.