ACEH — Bola.com, Jakarta — Persib Bandung kembali berhadapan dengan birokrasi FIFA. Setelah sengketa dengan Daisuke Sato pada Mei 2026, kali ini larangan mendaftarkan pemain baru muncul akibat kasus dengan mantan pelatih Robert Alberts. Sanksi ini menjadi ancaman serius jelang bergulirnya kompetisi musim baru.
Ferry Paulus mengonfirmasi kabar tersebut diterima dari PSSI pada Senin (10/9/2026). Pihaknya pun telah berkomunikasi langsung dengan manajemen Maung Bandung untuk memastikan langkah penyelesaian.
Waktu menjadi musuh utama dalam kasus ini. Persib dijadwalkan menjalani laga play-off AFC Champions League 2 melawan Manila Digger pada 31 Agustus 2026. Jika sanksi tak kunjung dicabut, tim kebanggaan Bobotoh itu bisa tampil tanpa rekrutan anyar di laga internasional yang krusial.
"Kalau membaca dari surat FIFA, setelah dilakukan penyelesaian maka bisa melakukan pendaftaran kembali. Rasanya FIFA juga selalu menggarisbawahi, setiap ban yang dilakukan itu selalu mengakomodasi atau menganulir jika ada proses pembayaran," ujar Ferry di sela konferensi pers Indonesia Women's League 2026/27 di Kantor I.League, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Meski dihantui tenggat waktu, Ferry optimistis kasus ini tidak akan berlarut-larut. Ia menilai akar permasalahan dengan Robert Alberts tidak terlalu rumit untuk diselesaikan.
"Kalau saya melihat mungkin case-nya sudah lama, tetapi kasusnya ini sangat-sangat ya nothing lah ya. Jadi rasanya dalam waktu dekat ini pasti akan selesai itu," tegasnya.
Pernyataan ini setidaknya meredakan kekhawatiran suporter yang menanti kepastian skuad Persib musim depan. Namun, manajemen klub tetap harus bergerak cepat mengingat proses administratif FIFA biasanya memakan waktu.
Sanksi ini bukan sekadar persoalan administrasi. Jika berlarut, Persib berpotensi kehilangan kesempatan memperkuat tim di ajang Asia. Selain itu, persiapan menghadapi BRI Liga 1 musim 2026/2027 juga bisa terganggu karena pendaftaran pemain baru menjadi terhambat.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Persib maupun Robert Alberts terkait detail nilai sengketa. Yang jelas, koordinasi antara klub, PSSI, dan ILeague telah berjalan untuk mencari solusi tercepat.
Publik sepak bola Indonesia kini menanti langkah konkret Persib dalam membayar kewajiban tersebut. Semakin cepat tuntas, semakin besar peluang Maung Bandung tampil dengan kekuatan penuh di pentas Asia.