Siswa MAN 1 Pidie Askia Humaira dan Habibi Azzarrar Raih Juara 3 Kompetisi Robotik di Malaysia, Kalahkan 1.257 Peserta

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:16:31 WIB
Askia Humaira dan Habibi Azzarrar, siswa MAN 1 Pidie, meraih juara ketiga pada World Robotic Competition Center (WRCC) di University Putra Malaysia, Selangor, 11–12 Agustus 2026.

SIGLI — Panggung robotik internasional di Malaysia baru saja mencatat nama dua pelajar asal Aceh. Askia Humaira dan Habibi Azzarrar, siswa MAN 1 Pidie, membuktikan diri mampu bersaing dengan tim-tim terbaik Asia setelah menembus tiga besar ajang World Robotic Competition Center (WRCC).

Kompetisi yang digelar di University Putra Malaysia (UPM), Selangor, pada 11–12 Agustus 2026 itu diikuti 1.257 peserta. Dari ribuan peserta tersebut, dua siswa asal Pidie ini berhasil mengukir prestasi membanggakan.

Kemampuan Programming dan Desain Mekanik Jadi Andalan

Keberhasilan Askia dan Habibi bukan tanpa modal. Keduanya telah melalui seleksi internal dan kompetisi robotik tingkat nasional sebelum akhirnya terbang ke Selangor.

Kepala MAN 1 Pidie, Muhammad Thaifuri, menyebut kedua siswanya menunjukkan kemampuan mumpuni dalam programming, desain mekanik, serta sistem kendali robot. Robot yang mereka tampilkan mengandalkan sistem kontrol cerdas yang dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai skenario pertandingan.

“Alhamdulillah, di tengah ketatnya persaingan dari berbagai negara, kedua siswa kami mampu menunjukkan keunggulan dan berhasil menembus podium juara,” kata Thaifuri kepada wartawan.

Bukan Sekadar Medali, Ini Bukti Siswa Madrasah Mampu Bersaing

Bagi Thaifuri, pencapaian ini memiliki makna lebih dari sekadar perolehan medali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dalam bidang teknologi di tingkat internasional.

“Juara tiga di ajang internasional dengan jumlah peserta lebih dari seribu adalah pencapaian luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi seluruh pelajar Aceh untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Di arena WRCC, Askia dan Habibi didampingi pelatih Safri Ali. Pelatih tersebut sebelumnya memiliki pengalaman mengikuti dan meraih sejumlah prestasi dalam ajang robotik, termasuk WRP pada Juni 2026.

Robotik di MAN 1 Pidie: Dari Kegiatan Kompetisi Menuju Pembelajaran Global

Keikutsertaan dalam ajang internasional ini menjadi pengalaman berharga bagi MAN 1 Pidie. Robotik tidak lagi sekadar kegiatan kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membentuk siswa yang mampu membaca perkembangan teknologi dan bersaing secara global.

Di luar arena pertandingan, WRCC juga menjadi ruang pertemuan bagi peserta dari berbagai negara. Mereka bertukar gagasan mengenai teknologi, membangun jejaring, sekaligus mengenal pendekatan berbeda dalam pengembangan robotik.

Dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Pidie dan sejumlah tokoh daerah turut mengiringi keberangkatan serta kiprah kedua siswa tersebut. Prestasi Askia dan Habibi diharapkan menjadi pemantik bagi madrasah lain di Aceh untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi.

Juara ketiga di Selangor sekaligus memperpanjang catatan prestasi MAN 1 Pidie dalam kompetisi robotik. Bagi Askia dan Habibi, podium di Malaysia bukan garis akhir. Medali itu menjadi pijakan untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top