Universitas Almuslim Bireuen Teken Kerja Sama dengan 6 SLB untuk Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:14:31 WIB
Penandatanganan kerja sama Universitas Almuslim Bireuen dengan enam SLB berlangsung di Bireuen, Aceh.

< p>BIREUEN — Langkah ini menjadi fondasi awal bagi Umuslim untuk membangun ekosistem kampus yang tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga sistem pendampingan akademik bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Penandatanganan kerja sama melibatkan SLB Negeri Bireuen, SLB Negeri Terpadu Bireuen, SLB Al Ikhlas, SLB Jeumpa Bireuen, SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, dan SLB YTC Kutablang.

Rektor: Kesetaraan Bukan Sekadar Akses Fisik

Rektor Umuslim, Dr Marwan, MPd, menegaskan bahwa perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral untuk membuka pintu pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kampus inklusif adalah tentang menciptakan lingkungan akademik yang memberi ruang sama bagi setiap mahasiswa untuk belajar dan berprestasi.

"Umuslim berkomitmen untuk terus membangun kampus yang terbuka bagi semua pihak. Kampus inklusif bukan hanya berbicara tentang akses terhadap fasilitas, tetapi juga bagaimana kita menciptakan lingkungan akademik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berprestasi," ujarnya.

Marwan menambahkan, keberadaan ULD merupakan langkah strategis agar tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan fisik. Pihaknya berharap unit ini mampu memberikan layanan pendampingan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menjembatani SLB ke Dunia Kampus

Ketua ULD Umuslim, Dr Hera Yanti, M.Psi., menyebut sosialisasi ini adalah pintu masuk untuk memperkenalkan fungsi unitnya sekaligus membangun jejaring dengan sekolah luar biasa di Bireuen dan sekitarnya. Ia menilai kolaborasi dengan SLB krusial untuk memastikan kesinambungan layanan pendidikan.

"Unit Layanan Disabilitas hadir untuk memastikan Umuslim menjadi ruang pendidikan yang dapat diakses oleh semua. Kami ingin membangun sistem layanan yang memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas, baik dari aspek akademik maupun lingkungan kampus," kata Hera Yanti.

Ia menekankan bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa dan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Tugas bersama, lanjutnya, adalah menyediakan akses dan dukungan yang memadai agar potensi itu bisa berkembang.

Bukan Sekadar Pintu Masuk Kuliah

Wakil Rektor III Umuslim, Dr drh. Zulfikar, M.Si, mengingatkan bahwa pembangunan layanan disabilitas tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan sekolah, pemerintah, dan lembaga yang berpengalaman dalam pendampingan penyandang disabilitas agar layanan yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan.

"Universitas Almuslim tidak dapat membangun layanan disabilitas secara sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, masyarakat, dan lembaga yang memiliki pengalaman dalam pendampingan penyandang disabilitas. Dari sinilah kita dapat membangun layanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Zulfikar berharap ULD tidak hanya menjadi gerbang administratif bagi mahasiswa baru berkebutuhan khusus. Lebih dari itu, unit ini diharapkan menjadi wadah pendampingan di berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari organisasi, pengembangan potensi, hingga kontribusi kepada masyarakat.

"Harapan kami, mahasiswa penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan akses untuk kuliah, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berorganisasi, berprestasi, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi masyarakat," pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan posisi Umuslim bahwa pendidikan inklusif merupakan upaya membangun ekosistem akademik yang menghargai kesetaraan, bukan sekadar pemenuhan fasilitas belaka.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: metroaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top